Di Depan DPRD, Bupati Ini Menangis Ngaku Bertanggung Jawab. Ini Keteledoran Fatal yang Terjadi

Di depan DPRD, Bupati ini menangis siap bertanggung jawab atas kesalahan anggotanya. Ini keteledoran yang fatal!

Di Depan DPRD, Bupati Ini Menangis Ngaku Bertanggung Jawab. Ini Keteledoran Fatal yang Terjadi
tribunjateng/daniel ari purnomo
Ada Keteloderan, Mundjirin Menangis di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Senin 20 Februari 2017 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN-Suara Bupati Semarang, Mundjirin, bergetar serak, saat berdiri di podium rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Semarang di gedung Dharma Bhakti Praja, Ungaran, Senin (20/2) siang.

Sesekali, ia memijat batang hidungnya. Dari kejauhan, tampak air matanya berlinang.

Saat itu sedang dibahas pembentukan program peraturan daerah 2017, dengan agenda persetujuan program legislasi daerah (Prolegda).

Menangisnya Bupati Mundjirin, bukan tanpa alasan. Dia meneteskan air mata karena satu dari 12 draf rancanangan peraturan daerah (Raperda) yang diusulkan Kabupaten Semarang diduga menjiplak Kota Magelang.

Raperda yang dimaksud, yakni tentang Penanggulangan Kemiskinan.

"Ya tanggung jawab ada di saya. Jadi keteledoran juga di saya. Harusnya saya baca satu-satu itu 12 Raperda. Mudah-mudahan tidak tidak ada unsur kesengajaan," kata Mundjirin usai rapat.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Semarang, T Hok Hiong menyayangkan keteledoran tersebut. Menurutnya, Raperda itu penting lantaran menyangkut pengentasan kemiskinan warga di Kabupaten Semarang.

"Ada keanehan saat saya baca judulnya. Kok perda nomor 15 tahun 2013? Lalu saya cek isinya, kok Kota Magelang? Saya cek lagi pasal, ternyata isinya pokok pembahasan persoalan kemiskinan Kota Magelang," bebernya.

Semestinya, lanjut Hok Hiong, yang namanya draf Raperda belum tercantum nomor Perda. Dalam kasus itu, dicantumkan nomor 15 tahun 2013.

Pria asal Ambarawa itu pula menemukan kejanggalan penulisan nama gelar bupati dan nama pejabat sekretaris daerah (Sekda).

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved