Kapolri Tunjuk Mantan Wakapolda Kepri Perangi Konten Hoax, Brigjen Yan Kepala Biro Multimedia Polri

Mabes Polri membentuk Biro Multimedia. Tugasnya memerangi informasi dan konten hoax di medsos. Mantan Wakapolda Kepri menjadi komandan pertamanya!

Kapolri Tunjuk Mantan Wakapolda Kepri Perangi Konten Hoax, Brigjen Yan Kepala Biro Multimedia Polri
Kompas.com/Ambaranie Nadia K.M
Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Biro Multimedia Divisi Humas Polri resmi dibentuk. Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, mantan Wakapolda Kepri pun resmi dilantik sebagai Kepala Biro Multimedia pada Rabu (22/2/2017). Upacara pelantikan itu dipimpin oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar.

Boy mengatakan, Biro Multimedia akan menekuni perkembangan media sosial dan segala permasalahan di dalamnya. Menurut dia, banyak konten di media sosial yang melanggar hukum.

"Dalam penegakan hukum juga ada yang sifatnya pencegahan. Dengan komunikasi dengan masyarakat, kita juga membangun semangat pencegahan," ujar Boy di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta.

Pembentukan biro tersebut merupakan salah satu kebijakan Polri dalam manajemen media. Di dunia siber, kata Boy, berbagai informasi bebas tanpa terbendung, termasuk informasi yang tidak benar atau hoax.

Adanya Biro Multimedia akan memberi pemahaman ke masyarakat mana informasi yang benar atau tidak benar.

"Akan diklarifikasi agar tidak menjadi informasi yang menyesatkan masyarakat," kata Boy.

Boy mengatakan, berita hoax berisiko hukum. Oleh karena itu, informasi hoax yang dihimpun tim patroli siber akan diteruskan ke Bareskrim Polri, khususnya Direktorat Tindak Pidana Siber yang baru dibentuk.

"Dengan komunikasi intens dengan masyarakat yang terpola dan sistematis, diharapkan jadi sarana dalam membangun masyarakat Indonesia yang patuh hukum," kata Boy.

Ditemui terpisah, Yan Fitri mengaku tertantang ditempatkan menjadi pemimpin pertama Biro Multimedia. Ia memastikan dengan adanya biro ini, maka akses komunikasi dengan masyarakat akan terjalin lebih baik.

"Intinya memberikan edukasi masyarakat terkait situasi kamtibmas dan masalah hukum dan perkembangan multimedia itu sendiri," kata Yan. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved