Breaking News:

Tenggelamkan Kapal untuk Hilangkan Barang Bukti, Penyelundup Ballpress Tabrak Patroli BC

Tenggelamkan kapal untuk hilangkan barang bukti, penyelundup ballpress tabrak patroli Bea Cukai. Ini kejadiannya!

Penulis:
Editor:
tribunbatam/elhadif putra
Suasana ekspos penegahan di Bea Cukai Kanwil Khusus Kepri, Kamis (23/2/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Kembali, penyelundup ballpressed berusaha menghilangkan barang bukti dengan cara menenggelamkan kapal mereka.

Kali ini Kapal Motor (KM) Teguh I yang mengangkut ribuan ball barang bekas dari Port Klang, Malaysia tujuan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, menabrakan diri saat dikejar patroli Bea dan Cukai.

Peristiwa ini terjadi ketika kapal patroli Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepri dengan nomor lambung BC 60001 akan melakukan penegahan terhadap KM Teguh I di sekitar perairan Kepulauan Aruah pada Rabu (15/2) sekira pukul 19.40 WIB.

Setelah menenggelamkan kapal, sembilan ABK kemudian menceburkan diri ke laut. Namun keseluruhannya berhasil diselamatkan dan diangkut ke Kanwil DJBC Khusus Kepri di Pulau Karimun.

"Mereka melakukan perlawanan. Sembilan ABK nyebur ke laut setelah menabrakan diri. Patroli kita berhasil menemukan mereka semua. Untuk barang bukti hanya enam ballpressed yang berhasil diselamatkan, sisanya tenggelam bersama kapal," kata Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evy S, saat ekspos penegahan.

Evi mengatakan selain KM Teguh I, pihaknya juga melakukan penegahan terhadap tiga kapal bermuatan barang-barang ilegal. Pada Rabu (8/2) sekira pulul 22.00 WIB lalu satu unit boat pancung tanpa nama yang mengangkut 183.000 batang rokok merk H Mild ditegah kapal patroli BC911 di perairan pulau Terong.

Selanjutnya kapal dan muatan beserta ABK didereger ke Kanwil DJBC Khusus Kepri untuk diperiksa lebih lanjut. Perkiraan nilai barang berupa rokok eks kawasan bebas tersebut sekitar Rp 57.250.000. Sedangkan perkiraan kerugian negara yang diakibatkan sekitar Rp 63.753.600.

"Nahkoda berinisial A. Saat ini sudah selesai kita proses dan barang bukti berstatus BMN (Barang Milik Negara)," tambah Evi.

Selanjutnya kapal patroli BC30001 menegah dua kapal tanpa nama pelangsir (Overship di tengah laut) bawang merah di sekitar perairan Pulau Aruah pada Minggu (12/2) sekira pukul 08.30 WIB. Kedua kapal bermuatan masing-masing delapan dan tujuh ton bawang merah dengan tujuan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Pada Selasa (14/2) sekira pukul 02.00 WIB, kapal patroli BC5002 menegah KM Putri Maria yang bermuatan delapan ton bawang merah ilegal dari Batu Pahat, Malaysia tujuan Tanjung Batu, Karimun.

"Nahkoda berinisial Bb telah ditahan di Rutan Karimun," ujar Evi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved