Menyayat Hati! Ayah dari Satu Keluarga Bunuh Diri di Bali Beberkan Ini! Tangis Iringi Penguburan

Sebelum bunuh diri sekeluarga, sang anak sempat curhat kepada ayahnya soal ini. Beginilah pengakuan sang ayah!

Menyayat Hati! Ayah dari Satu Keluarga Bunuh Diri di Bali Beberkan Ini! Tangis Iringi Penguburan
Tribunbali/Facebook
Sekeluarga bunuh diri 

Hanya saja, menantunya, Suciani selama ini menderita sakit batuk yang tidak kunjung sembuh.

Sakit itu telah dideritanya sejak enam bulan lalu, tetapi sampai kini tidak kunjung sembuh.

Ditambah lagi beberapa saat kemudian, cucu pertamanya, Putu Wahyu Adi Saputra juga menderita sakit batuk.

"Menantu saya sudah enam bulan sakit batuk enggak sembuh. Batuk kering. Berobat ke mana saja, enggak bisa sembuh. Dulu gemuk, sekarang jadi kurus karena batuk," ujarnya.

"Cucu saya yang laki-laki juga batuk. Kemarin sekolah TK dapat enam bulan, berhenti karena batuk. Sebelum ini juga dirawat opname 15 hari di rumah sakit," tambah dia.

Ia menduga sakit batuk itulah yang menyebabkan anaknya dan keluarganya nekat bunuh diri dengan meminum racun serangga.

Suardana sangat kehilangan sekali, terlebih juga kedua cucunya yang ikut tewas.

"Sekarang saya tidak punya siapa-siapa, sendiri dah tinggal di rumah sama istri saya. Ini anak kedua, yang pertama perempuan ikut suaminya di Singaraja. Cucu saya yang kecil tiap pulang kerja saya gendong, saya ajak nyanyi. Dia pintar sekali. Tapi sekarang sudah enggak ada," tuturnya.

Keluarga memilih mengiklaskan dan menolak autopsi keempat jenazah.

Keempat jenazah itu lalu dikuburkan di Setra Bondalem pukul 18.00 Wita.

Keluarga mengiringi upacara penguburan dengan isak tangis.

Kapolsek Tejakula, Putu Mangku Yasa mengatakan, dari hasil pemeriksaan medis disimpulkan keempatnya tewas setelah menenggak racun.

Sebab tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban.

Diperkirakan keempatnya meminum racun pada tengah malam saat Suardana bersama istrinya sudah terlelap tidur.

Kedua anak diminta minum terlebih dahulu lalu disusul kedua orangtuanya.

"Korban diduga akibat meminum racun pestisida merek Diazinon di campur minuman Sprite," ujar Putu Mangku.

"Kami mendatangi TKP untuk olah TKP, mengamankan barang bukti yang digunakan untuk bunuh diri, satu botol obat pestisida yang masih ada sisanya, dua botol minuman Sprite dan sebuah gelas. Kami juga memeriksa saksi-saksi," katanya.

Berdasarkan catatan Tribun Bali, kasus dugaan bunuh diri sekeluarga di Bali terjadi bukan hanya kali ini.

Pada Jumat (23/1/2015) lalu, I Gusti Bagus Karpica (32), bersama istrinya, I Gusti Ayu Respatiani (29), ketiga anaknya, yaitu Gusti Bagus Narindra Kresna (6), Gusti Alit Satria Wedana (4) dan Gusti Ayu Santi Jayanti (berumur 7 bulan) ditemukan tewas terpanggang di sebuah kamar hotel di Klungkung.

Polisi menemukan cairan mirip minyak tanah dari tubuh korban yang terbakar.

Tidak diketahui motif bunuh diri itu.

Namun dari kesaksian tidak ditemukan pihak lain yang dicurigai melakukan pembakaran.

Polisi menemukan SMS penagihan utang yang dikirim berkali-kali.

Selain itu, sepasang suami istri I Ketut Suwena (46) dan Ni Komang Marini (42), warga Banjar Saraseda Tampaksiring Gianyar, bunuh diri dengan meminum cairan berbahaya, gramoxone, Jumat (19/9/2014) lalu. (*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved