Kisah Seram Jembatan Nato, Sagulung. Benarkah Kawasan Rawan Jambret?

Seperti yang terjadi pada Sabtu lalu (25/2/2017), kasus pembegalan di jembatan itu hampir merengut nyawa Tio (21), warga perumahan Batam Riau Bertuah

Kisah Seram Jembatan Nato, Sagulung. Benarkah Kawasan Rawan Jambret?
Tribun Batam/Reehan Deni
Warga melintas di Jembatan Nato, Sagulung 

Laporan: Rehan Deni

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Jembatan Nato di kawasan Sagulung, Kota Batam, sering menjadi perbincangan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Warga menilai jembatan itu rawan karena kerap terjadi pemalakan, penjambretan bahkan pembegalan.

Seperti yang terjadi pada Sabtu lalu (25/2/2017), kasus pembegalan di jembatan itu hampir merengut nyawa Tio (21), warga perumahan Batam Riau Bertuah (BRB).

Seorang warga sekitar mengatakan, Jembatan Nato ini memang sepi pada malam hari.

Lampu jalan juga tidak memadai sehingga hanya beberapa orang saja yang berani lewat jalan tersebut.

"Sering terjadi pemalakan di sana," pria yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Menurut pria ini, korban yang paling sering dipalak adalah pelajar jika mereka pulang sekolah.

Jembatan Nato dibangun Bulan Desember tahun 2007 silam oleh pemerintah Kota Batam untuk menghubungkan Kavling Lama ke Kavling Nato.

Sungai di bawah Jembatan Nato airnya terlihat tidak mengalir karena tersumbat oleh sampah berupa botol minuman, plastik dan sampah rumah tangga.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved