Gelapkan Uang Parkir Pelabuhan Rp 63 Juta, Jaksa Dakwa Khoirul di Pengadilan Negeri Pinang

Tidak setorkan uang parkir pelabuhan Tanjungpinang, jaksa mendakwa Khoirul di Pengadilan Negeri Tanjungpinang

Gelapkan Uang Parkir Pelabuhan Rp 63 Juta, Jaksa Dakwa Khoirul di Pengadilan Negeri Pinang
TRIBUNBATAM/MAIRINANDARSON
Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Terdakwa kasus penggelapan uang parkir Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan. Terdakwa Khoirul Ikhsan (24) terdakwa penggelapan uang parkir sebesar Rp63.960.000 di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu(1/3/2017).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gustian membacakan isi dakwaanya. Perbuatan terdakwa ‎berawal pada saat terdakwa berkerja sebagai petugas pengawas parkir PT Securindo Packatama Indonesia‎. Ia ditugaskan juga sebagai memungut uang parkir dari staf pemungut parkir di Pelabuhan SBP, dari tanggal 15 hingga 25 Desember 2016.

Setelah mengumpulkan uang dari para stafnya, ternyata terdakwa tidak pernah menyetorkan kepada perusahaan. ‎Hingga akhirnya perusahaan mengalami kerugian.

"Terdakwa memungut uang parkir dari para staf pungut. Selanjutnya untuk dikumpulkan dan disetorkan pada rekening milik PT.Securindo Packtama Indonesia. Terdakwa namun tidak melakukan penyetoran dengan jumlah uang tersebut," tuturnya.

Data yang didapat dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), 11 hari terdakwa tidak melakukan penyetoran ke perusahaan.

‎Perbuatan penggelapan terdakwa berawal dari saksi Sumardiyono selaku Audit Revenue Supervisor (ARS) melakukan pemeriksaan terhadap laporan pendapatan harian parkir.

Setelah dilakukan audit sejak tanggal tersebut, diketahui PT Securindo Packtama Indonesia Unit Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjung Pinang terhitung dari tanggal 15 Desember 2016 sampai dengan 25 Desember 2016 sejumlah Rp 63.960.000 tidak menerima uang pemasukan parkir.

Atas perbuatan terdakwa diancam pidana melanggar Pasal 374 jo Pasal 64 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana‎. Terdakwa pun tenang dihadiri oleh sejumlah keluarganya.

Ketua Majelis Hakim Romauli Hotnaria Purba SH serta didampingi oleh Hakim Anggota Jhonson Sirait SH dan Corpioner ‎SH, memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Untuk menghadirkan saksi-saksi lain dalam lanjutan sidang berikut. (*) 

Penulis: Wahib Wafa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved