Satpol PP dan Damkar Kabupaten Anambas Turun ke Jemaja, Ada Apa?

Tim Satpol PP dan Damkar Kabupaten Anambas turun ke Jemaja. Benarkah mereka ada tugas khusus perintah Bupati Abdul Haris?

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Anambas Turun ke Jemaja, Ada Apa?
tribunbatam/septyan mulia rohman
Bupati Anambas Abdul Haris 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-Tim Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan kunjungan ke Jemaja Selasa (28/2/2017).

Kedatangan tim tersebut untuk menindaklanjuti penertiban yang dilakukan oleh tim gabungan pada 3 Desember 2016 kemarin.

Ekodesi Amrialdi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran ‎Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, dalam penertiban yang dilakukan tersebut, tim berhasil menjaring puluhan wanita yang diduga merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK) pada sejumlah kafe. Meski berhasil menjaring perempuan tersebut, namun terdapat perundingan antara Satpol PP dan pemilik kafe di pulau tersebut.

"‎Perundingan dalam arti, pemilik kafe minta untuk diberikan waktu untuk proses pemulangan terhadap sejumlah perempuan ini. Karena, mayoritas dari mereka (perempuan,red) masih memiliki hutang dengan pemilik kafe. Sempat juga dibuat perjanjian berlabel materai. Mereka juga yang bersedia untuk memulangkan sendiri. Mereka meminta waktu dua bulang terhitung tanggal 3 Desember itu," ujarnya usai mengikuti rapat di kantor camat Jemaja saat dihubungi Tribun Rabu (1/3/2016).

‎Mendapat perintah dari Bupati, ia bersama sejumlah personil lainnya pun, berangkat ke Jemaja untuk mengecek realisasi paska penertiban tersebut. Dari pengecekan tersebut, diketahui sejumlah perempuan tersebut sudah dipulangkan oleh pemilik kafe. Tim pun, kemudian melakukan penertiban pada Selasa malam dengan menyisir sejumlah tempat penginapan termasuk mengumpulkan pemilik kafe.

"Waktu kunjungan kerja Bupati ke Jemaja, Beliau sempat menegaskan akan hal ini. Ternyata, sudah dipulangkan semua. Lebih kurang ada dua puluh orang perempuan yang sebelumnya terjaring dalam penertiban itu. Kemudian, kami lakukan kembali penertiban, termasuk mengumpulkan tujuh orang pemilik kafe," ucapnya.

"Selain kami, ada juga dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian terkait penjualan minuman beralkohol (mikol), bagian PTSP terkait perizinannya, bagian kependudukan, dinas sosial, perwakilan Polres sebanyak tiga orang, serta dari Pabung yang diantu personil Koramil. Totalnya 30 orang yang dibagi ke dalam tiga kelompok," ungkapnya lagi.

‎Penertiban yang dilakukan pada 3 Desember 2016 malam itu pun, bertepatan saat syukuran bandara Letung di Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur yang dihadiri oleh Bupati Anambas bersama sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved