Ngeri! Terpojok Skandal Rusia, Trump menuding Obama Menyadap Teleponnya.

Terpojok skandal Rusia, Presiden Trump menuduh Presiden Obama menyadap teleponnya. Benarkah? Inilah bantahan sekaligus serangan balik kubu Obama!

Ngeri! Terpojok Skandal Rusia, Trump menuding Obama Menyadap Teleponnya.
Tribunnews/reuters
Obama dan Trump di Gedung Putih 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Terpojok skandal Rusia yang melibatkan sejumlah orang dekatnya, Presiden Trump mencoba "mengalihkan" tekanan ppublik dengan menyebut Presiden Obama "Orang Jahat" dalam cuitan twitternya.

Tuduhan Presiden Donald Trump bahwa pendahulunya, Barck Obama, memerintahkan penyadapan terhadap telefon-telefonnya merupakan tudingan 'yang sepenuhnya salah,' kata seorang juru bicara Obama.

Juru bicara itu, Kevin Lewis, mengatakan bahwa "Baik Presiden Obama maupun pejabat Gedung Putih lainnya tidak pernah memerintahkan pengawasan pada warga negara AS mana pun."

Sebelumnya, Trump bercuit: "Mengerikan! Baru saja ditemukan bahwa Obama melakukan penyadapan terhadap saya di Trump Tower sebelum kemenangan saya (di pemilihan presiden). Tak ada yang mereka temukan (dalam penyadapan itu). Ini adalah McCarthyisme!"

McCarthyisme, yang diacu Trump, berkaitan dengan perburuan dan penindasan pada kaum komunis Amerika Serikat dan sekutu mereka pada 1950-an yang dipimpin oleh Senator Joe McCarthy.

Tidak jelas mengapa Trump membandingkan dirinya dengan kaum kiri para korban aksi Joe McCarthy, dan Trump tidak pula memberikan detail yang mendukung tudingannya.

Dalam pernyataannya, juru bicara Obama mengatakan "Ketentuan utama pemerintahan Obama adalah bahwa tidak boleh ada pejabat Gedung Putih yang boleh turut campur dalam penyelidikan independen yang dipimpin oleh Departemen Kehakiman."

Pernyataan itu mengisyaratkan kemungkinan bahwa sedang berlangsung suatu penyelidikan yudisial. Gedung Putih mengakui, Jaksa Agung AS Jeff Sessions bertemu duta besar Rusia sebanyak dua kali selama kampanye presiden Donald Trump tahun lalu.

Sebelumnya Ben Rhodes, penasihat kebijakan luar negeri dan penulis pidato Obama, juga menjawab tudingan Trump lewat cuitannya: "Tidak ada Presiden yang boleh memerintahkan penyadapan. Larangan ini ditetapkan untuk melindungi warga negara dari orang-orang seperti Anda."

Trump, yang sedang berada di resor miliknya di Florida, melontarkan serangkaian twit, Sabtu pagi sekali, setelah pukul 06:30 waktu setempat (18:30 WIB).

Halaman
12
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved