Senin, 20 April 2026

Enam Perusahaan Pamer Teknologi Kelola Sampah di Batam. Siapa yang Paling Canggih?

Investor asing berlomba-lomba menarik perhatian Pemerintah Kota Batam, dalam hal kerjasama pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Penulis: Dewi Haryati |
tribunnews batam/ian sitanggang
Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di Simpang Barelang, Batam, tepatnya di depan Lapas Barelag, over load alias membludak, Sabtu (19/11/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Investor asing berlomba-lomba menarik perhatian Pemerintah Kota Batam, dalam hal kerjasama pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dendi Purnomo mengatakan, setidaknya saat ini ada enam perusahaan yang menyatakan keseriusannya untuk kerjasama itu.

“Ada enam perusahaan yang serius. Ada investor dari Korea, Jepang, Cina dan Singapura,” kata Dendi, baru-baru ini di Batam Center.

Pemko Batam, lanjut dia, belum bisa memutuskan siapa yang bakal terpilih nantinya untuk kerjasama dengan teknologi terbarukan itu. Untuk prosesnya, diserahkan ke panitia khusus.

“Jadi nanti ada semacam beauty contest. Ada panitia untuk memutuskan mana yang paling menguntungkan bagi Pemko Batam dari keenam perusahaan itu,” ujar dia.

Saat ini, keenam perusahaan itu masih sebatas melakukan penjajakan kerjasama. Baru pertemuan awal, menyampaikan teknologi yang akan diterapkan dalam mengolah sampah di Batam dan mengubahnya menjadi energi listrik.

“Nanti ada tim evaluasi Pemko juga yang melibatkan Pemerintah Pusat. Karena ini nilai investasinya relatif tinggi,” kata Dendi.

Dia melanjutkan, berdasarkan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral, listrik dari hasil pembakaran sampah itu nantinya bisa dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Ada peraturannya, tinggal bicarakan besaran tarifnya saja berapa per KWh,” ujar dia. (*)

Sementara itu, Dendi mengatakan, dalam satu hari setidaknya tonase sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur bisa mencapai 1000 ton per harinya. Jumlah ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu.

“Kita sekarang plus minus 1000 ton per hari, tahun lalu 900 ton. Ada kenaikan ini karena efektifitas pelayanan kita dalam pengangkutan sampah juga meningkat,” kata Dendi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved