Dianggap Tak Patuh. Nilai Tunggakan Iuran 887 Perusahaan Ini Mencapai Rp1,6 miliar

Jefri menjelaskan, total perusahaan yang terdaftar per Februari 2017 di BPJK Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang sebanyak 3.306 perusahaan

Dianggap Tak Patuh. Nilai Tunggakan Iuran 887 Perusahaan Ini Mencapai Rp1,6 miliar
TRIBUNPEKANBARU
BPJS Ketenagakerjaan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - BPJS Ketenagakerjaan cabang Tanjungpinang mencatat, 887 perusahaan menunggak iuran kepesertaan.

Total tunggakan dari ratusan perusahaan itu hingga Februari 2017, nilainya mencapai Rp 1.679.752.569.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang, Jefri Iswanto menjelaskan perusahaan-perusahaan tersebut menunggak iuran mulai dari satu bulan hingga 25 bulan.

"80 persen perusahaan menunggak tersebut berada di Kota Tanjungpinang.
Sisanya di Bintan, Lingga dan Anambas. Sebanyak 887 perusahaan ini masuk dalam kategori tidak patuh," katanya, Rabu (7/3/2017).

Jefri menjelaskan, total perusahaan yang terdaftar per Februari 2017 di BPJK Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang sebanyak 3.306 perusahaan.

Dari jumlah perusahaan itu, total tenaga kerja yang terdaftar sebanyak 26.126 karyawan.

BPJS Ketenagakerjaan selalu berupaya mengingatkan perusahaan itu mulai dari melakukan SMS Blasting, Payment Reminder System (PRS) program yang diluncurkan kantor pusat.

Bahkan juga menggunakan teknologi yang baru diluncurkan BPJS Ketenagakerjaan yaitu 3C (Collection Call Center).

"Petugas menghubungi perusahaan untuk terus mengingatkan perusahaan untuk membayarkan iurannya.

Surat peringatan, dan petugas kami juga langsung melakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan tersebut," katanya.(*) wan

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Rabu, 9 Maret 2017

Penulis:
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved