Sebaiknya Anda Tahu

Kehabisan Akal Tekan Rendahnya Angka Kelahiran, Spanyol Nobatkan "Kaisar Seks", Ini Tugasnya!

Kehabisan akal menekan rendahnya angka kelahiran, Spanyol menobatkan "Kaisar Seks"! Ini tugasnya!

Kehabisan Akal Tekan Rendahnya Angka Kelahiran, Spanyol Nobatkan
Kompas.com
Edelmira Barreira, Kaisar Seks Spanyol 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Demi mencegah penurunan jumlah penduduk dan untuk meningkatkan tingkat kelahiran, Spanyol menunjuk seorang "kaisar seks".

Negara Eropa ini melaporkan jumlah kematian lebih tinggi dari kelahiran untuk pertama kalinya tahun lalu. Hal ini menyebabkan pemerintah bertindak.

Statistik mengungkapkan wanita Spanyol mengklaim ingin punya dua anak atau lebih. Namun, angka dari 2015 menampilkan perbedaan angka.

Mereka yang berusia 18-49 tahun dilaporkan memiliki anak 1,3 persen. Angka ini di bawah angka Uni Eropa, 1,58.

Penurunan tingkat kelahiran merupakan hal yang lazim di banyak negara Eropa. Namun, angka di Spanyol ini merupakan satu yang terendah di negara maju.

Baca: Inilah 5 Negara dengan Kebijakan Kelahiran Unik, Swedia Usulkan PNS Bisa Begituan di Jam Kerja!

Sebagai respon untuk menghadapi krisis populasi itu, pemerintah Spanyol menunjuk Edelmira Barreira menjadi seorang kaisar seks.

Portfolio itu diciptakan oleh Perdana Menteri Mariano Rajoy dan Barreira yang seorang ahli demografi itu bakal membantu membuat konsep dokumen strategi nasional menghadapi ketidakseimbagan demografi itu. 

Menteri pendidikan Spanyol mengatakan, penurunan tingkat kelahiran memperparah ketidakseimbangan ekonomi dan menciptakan dampak penting dalam kesejahteraan negara.

Baca: Hehehe, Apa Kunci Sukses Nikmati Orgasme? Ini Jawabannya Khusus buat Anda

Menjelaskan mengapa tingkat kelahiran begitu rendah di negara Mediterania itu, Rafael Puyol dari IE Business School di Madrid mengungkapkan, masyarakat terlalu lelah setelah bekerja seharian di kantor dan menyalahkan jam kerja yang panjang dan kerja larut malam sebagai penyebab penurunan jumlah penduduk itu.

"Itu tidak membantu dengan berkeluarga. Kemudian lahirlah anak dan itu bahkan bisa menjadi lebih buruk," katanya. (*)

Editor:
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved