Pilgub DKI Jakarta

Djan Faridz Sindir Haji Lulung: Konstituennya Dimana? Kalah Atau Menang?

Beliau punyanya di mana, tahu nggak, Tanah Abang, dia rumahnya di Rawa Belong, tapi penguasaannya di mana, Tanah Abang, TPS-nya menang atau kalah?

Djan Faridz Sindir Haji Lulung: Konstituennya Dimana? Kalah Atau Menang?
Tribun/HO
Ketua Umum DPP PPP Djan Fariz 

Laporan: Nurmulia Rekso Purnomo

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi SK Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Djan Faridz, mengaku tidak percaya dengan alasan Abraham Lunggana alias Haji Lulung, yang tidak mau mendukung Ahok di Pilkada Jakarta.

Haji Lulung yang berkilah dengan menyebut sikapnya semata-mata untuk membela konstituen, menurut Djan Faridz sangat bertentangan dengan hasil Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama pada 15 Februari lalu, di daerah pemilihan (dapil) Haji Lulung.

"Konstituen yang mana? Beliau kan awalnya mendukung siapa? Kalau punya konstituen, sudah menang dong, betul ya?" ujar Djan Faridz dalam konfrensi pers di kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017).

Pada putaran pertama, Haji Lulung mendukung pasangan Agus Harimurti Yudoyono-Sylviana Murni.

Namun pasangan tersebut kandas di putaran pertama karena perolehannya paling sedikit dibandingkan dua pasangan calon (paslon) lainnya.

Bahkan di daerah yang diidentikkan dengan kawasan tempat tinggal Haji Lulung, yaki di Tanah Abang, Jakarta Pusat dan di Rawa Belong, Jakarta Barat, pasangan tersebut kalah.

"Beliau punyanya di mana, tahu nggak, Tanah Abang, dia rumahnya di Rawa Belong, tapi penguasaannya di mana, Tanah Abang, TPS-nya menang atau kalah?"

"Ahok yang menang di Tanah Abang. Jangan begitu. Katanya ngikut konstituen," katanya.

Sebagaimana diketahui, PPP versi Djan Faridz akhirnya memutuskan untuk memecat Haji Lulung dari keanggotaan partai berlambang Kakbah itu.

Otomatis Haji Lulung juga bukan lagi Ketua DPW PPP Jakarta, dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Hal itu karena pada putaran kedua, Haji Lulung memutuskan untuk mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Djan Faridz mengaku pihaknya sudah melayangkan surat peringatan kepada Haji Lulung dan kader PPP lain yang tidak mau ikut mendukung pasangan Ahok-Djarot.

Bahkan ia sudah berkali-kali mencoba menghubungi. Namun upaya tersebut tidak berhasil.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved