Breaking News:

Tahun Ini Harga Rumah Diprediksi Bakal Naik. Begini Analisanya

Para pengembang optimistis bisnis properti, khususnya hunian tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu.

homerenovationguide
ilustrasi. kunci untuk properti 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para pengembang optimistis bisnis properti, khususnya hunian tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu. Alhasil, proyeksi kenaikan harga rumah di tahun ini pun bisa lebih tinggi dari 2016.

Menurut Harun Hajadi, Managing Director Grup Ciputra, semua proyek properti Ciputra, termasuk hunian pada tahun ini bakal mengalami kenaikan harga. Tapi, ia menyebut kenaikan harga tersebut bisa terjadi bila ada permintaan dari pasar.

Nah, kenaikan terbesar bisa terjadi di proyek yang ada di kota besar. Sedangkan yang terkecil ada di kota-kota penghasil komoditas, dengan pertimbangan harga komoditas saat ini masih lesu.

Sayang, ia tidak merinci besaran kenaikan harga tersebut. "Masing-masing proyek punya target sendiri-sendiri. Namun dalam dua bulan pertama tahun ini, di Ciputra harga sudah naik sekitar 3%," ungkap Harun kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Tahun ini, Ciputra berencana membuka proyek residensial anyar yang ada di beberapa daerah seperti di Cileungsi Jawa Barat, Palembang, Makasar dan proyek apartemen yang ada di Jakarta Barat.

Sedangkan Ciputra belum akan mengembangkan proyek hunian di Kendari lantaran permintaan pasar tidak sesuai proyeksi pengembang ini. Yang jelas di kota tersebut, Ciputra masih punya cadangan lahan tiga hektare.

Tahun lalu, proyek properti Ciputra yang mengalami kenaikan harga tertinggi ada di kota Jakarta, Surabaya, Medan dan Makasar.

Melesat di paruh kedua

Sedangkan Agung Wirajaya, Assistant Vice President Strategic Marketing Residential PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menyatakan, pihaknya sudah punya jadwal kenaikan harga untuk produk properti yang sedang dalam proses pembangunan. "Kami selalu sesuaikan harga dengan masa konstruksi dan proses pembangunan," katanya kepada KONTAN.

Setiap tiga bulan sekali, Agung Podomoro kerap mengerek harga 3%-5%. Alhasil dalam setahun, pengembang ini sanggup mengerek harga di kisaran 12%-20%.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved