Mellennial

Unik dan Modis Berbalut Kain Jumputan

Kain jumputan memang tak pernah lekang dimakan zaman. Makin hari, kain ini makin elok dipakai sebagai busana yang cantik dan menarik.

TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kain jumputan memang tak pernah lekang dimakan zaman. Makin hari, kain ini makin elok dipakai sebagai busana yang cantik dan menarik.

Kain jumputan atau kain pelangi adalah satu di antara kain tradisional Indonesia asal Palembang yang termasuk dalam hasil karya kerajinan tenun yang dihasilkan dengan teknik jumputan (tie and dye atau ikat dan celup).

Teknik ini digunakan untuk menghasilkan motif tertentu dari dari bahan berwarna putih polos.

Pada perkembangannya, digunakan metode stretch and dye yakni teknik pembuatan kain jumputan dengan membuat jelujur benang pada bidang kain dengan mengikat pola yang telah ditentukan.

Berbagai mode fashion menggunakan kain jumputan memang selalu berkembang sesuai dengan trend fashion-nya. Bahkan beberapa desainer sering menggunakan kain jumputan sebagai bagian penting dari hasil rancangan busananya.

Satu di antara desainer kondang Sonny Muchlison dari Jakarta. Pecinta hasil karya tradisional Indonesia ini mempertunjukkan hasil rancangannya pada fashion show yang digelar di Gedung Sumatera Convention Centre (SCC), Batam Centre, Minggu (12/3/2017).

Dia mempertontonkan 12 busana hasil karyanya pada acara international fashion dengan tema menggunakan kain jumputan.

Dengan perkembangan zaman, kain jumputan tidak hanya untuk acara formal, tetapi juga semi formal bahkan kasual.

Kain jumputan umumnya menggunakan bahan sutera, dan memiliki berbagai macam motif, antara lain motif bintik tujuh, kembang janur, bintik lima, bintik sembilan, cuncung (terong), bintang lima, dan bintik-bintik.

"Jumput yaitu teknik tie and dye. Teknik membuat motif dengan cara diikat dan dicelup. Tiap daerah mempunyai nama yang berbeda-beda,”kata Sonny.

Di Banjarmasin, kain jumputan ini disebut sasirangan, Palembang disebut jumputan, di Jawa disebut pelangi, sedangkan di Jepang disebut sibori. (*)

Beda Nama Tapi Teknik Pembuatan Sama

UNTUK menghasilkan kain jumputan ini, diperlukan beberapa proses teknik dan celup yang sama setiap daerahnya. Meskipun namanya berbeda-beda tetapi secara umum teknik pembuatannya sama, hanya saja, setiap daerah memiliki corak yang berbeda antara kain yang satu dengan kain lainnya.

Misalnya, kain sasirangan dari Banjarmasin, bersifat fleksible karena bisa dimodifikasi sesuai dengan trend mode fashion yang sedang digandrungi. Sasirangan juga bisa dijadikan baju ready truer tetapi dikemas sedimikan rupa agar tetap terlihat trendy saat mengenakannya.

"Jumputan ini bisa digabungkan dari beberapa daerah. Seperti baju yang saya tampilkan. Kainnya ada dari Banjarmasin dan batiknya dari Pekalongan. Namanya kan jumputan jadi diikat satu-satu lalu digabungkan jadi motif bunga,"sebut Sonny. (*)

Begini Cara Perawatannya:

AGAR tampil maksimal, kain tersebut harus dirawat supaya tetap awet dan cantik. Sonny Muchlison menyarankan untuk kain jumputan yang dari sutera atau katun sebaiknya di dry clean agar tidak menggelembung.

Selain itu juga jangan mengucek atau mencuci baju dari kain jumputan. Jangan pula menggunakan mesin cuci, karena kain akan mengerut atau rusak.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved