HORE! Susi Air Kembali Layani Penumpang Karimun ke Pekanbaru. Terbang Dua Kali Seminggu

Jadwal penerbangan masih sama seperti tahun lalu, yakni dua kali sepekan, Selasa dan Sabtu, pukul 14.00 WIB. Harga tiket juga masih Rp 267 ribu

HORE! Susi Air Kembali Layani Penumpang Karimun ke Pekanbaru. Terbang Dua Kali Seminggu
Tribun Batam/Dok
Maskapai perintis Susi Air di Bandara Raja Haji Abdullah, Seibati, Karimun, beberapa waktu lalu. 

Laporan ELhadif Putra

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Setelah hampir tiga bulan kosong, maskapai Susi Air kembali melayani penerbangan perdana di tahun 2017.

Penerbangan perdana dimulai Selasa (14/3/2017) siang untuk rute Tanjungbalai Karimun-Pekanbaru.

Susi Air menggunakan pesawat Cassa C-212 yang berkapasitas 15 penumpang.

Pada penerbangan perdana tersebut, belum banyak seat yang terisi, baru sebanyak lima orang dewasa dan satu bayi.

Pesawat kecil tersebut juga sempat mengalami delay sekitar 20 menit karena faktor cuaca.

"Memang dibukanya penerbangan tahun ini, belum banyak masyarakat yang tahu. Tapi penumpang antusias. Setidaknya persentase penumpang di tahun 2016 sekitar 80 persen lebih," kata operator Susi Air di Tanjungbalai Karimun, Anggi, ketika dijumpai di Bandara Raja Haji Abdullah (RHA), Sei Bati, Karimun.

Jadwal penerbangan masih sama seperti tahun lalu, yakni dua kali sepekan, Selasa dan Sabtu, sekitar pukul 14.00 WIB.

Sementara harga tiket juga masih Rp 267 ribu yang bisa diperoleh melalui operator maskapai Susi Air di Tanjungbalai Karimun.

Kepala Bandar Udara Raja Haji Abdullah (RHA), Saptono melalui Kepala Kelompok Teknisi, Kukuh mengatakan, penerbangan dihentikan setelah masa kontrak tahun 2016 habis.

Dibukanya kembali rute penerbangan ini setelah Kementerian Perhubungan kembali memperpanjang kontrak maskapai tersebut kepada Kuasa Pengguna Anggaran Bandara Dabo Singkep.

Mengenai rencana mulai beroperasinya pesawat tipe ATR 72 di Bandara Raja Abdullah, Kukuh menyebutkan, pihaknya masih menunggu keputusan Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Perhubungan terhadap maskapai Susi Air.

"Kalau untuk itu kita masih menunggu follow up dari pemerintah," ujarnya.

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved