Korupsi Proyek KTP Elektronik

Satu Lembar KTP Dihargai Rp 16 Ribu. Mau Tau Harga Aslinya?

Presiden Joko Widodo menyampaikan kekecewaannya terhadap pengadaan yang nilainya mencapai Rp 6 triliun tersebut.

Satu Lembar KTP Dihargai Rp 16 Ribu. Mau Tau Harga Aslinya?
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat bertemu dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (6/3/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan ternyata pengadaan untuk satu kartu e-KTP seharga Rp 4.700.

Namun, harganya digelembungkan menjadi Rp 16 ribu per satu e-KTP.

Tjahjo kemudian mengingatkan ketika Presiden Joko Widodo menyampaikan kekecewaannya terhadap pengadaan yang nilainya mencapai Rp 6 triliun tersebut.

Namun, hasilnya hanya berubah dari kertas ke plastik.

Baca: KPK Bidik Kasus Baru yang Lebih Besar dari Korupsi KTP Elektronik

"Intinya yang Pak Presiden sempat marah itu karena indikasinya itu kan nilainya Rp 4.700 per lembar, tapi kan di mark up jadi Rp 16 ribu," ujar Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Atas penggelembungan harga tersebut, akhirnya proyek e-KTP kini menjadi masalah hukum.

Baca: Ditanya Soal KTP Elektronik, Setya Novanto Langsung Cemberut. Begini Katanya

Tjahjo juga menjelaskan saat ini pihaknya telah melakukan tender ulang untuk blanko pencetakan e-KTP.

Sejauh ini, kata Tjahjo, anggaran yang diusulkan untuk per satu kartu e-KTP senilai di bawah Rp 10 ribu.

Baca: Rakyat Susah Urus KTP Elektronik karena Blangko Habis, Padahal Dananya Dikorupsi

"Tendernya masih di bawah 10 ribu. Karena 5 tahun ini kan kurs dolar, harga produksi, gitu saja. Memang chipnya masih nyetak di luar negeri," tutur Tjahjo.

Tjahjo juga mengungkapkan bahwa sejauh ini pihaknya sudah bekerjasama dengan 131 lembaga, baik perbankan, sekuritas hingga asuransi.

"Hampir 131, mulai PT Astra, semua lembaga perbankan, semua sekuritas yang ada, termasuk bank daerah, BPR, pengguna aliran data, asuransi, semua sudah," ucap Tjahjo. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved