NGERI! Begini Penyelundup Balpres Serang Kapal BC dengan Bom Molotov dan Tabrakkan Kapal

Tidak hanya menyerang dengan bom molotov, KM Samudra Jaya II juga menabrakkan diri ke BC-10001. Namun kapal balpres itu akhirnya tenggelam.

NGERI! Begini Penyelundup Balpres Serang Kapal BC dengan Bom Molotov dan Tabrakkan Kapal
Tribun Batam/Elhadif Putra
Suasana ekspose BC Khusus Karimun dan Polda Kepri terkait penyelundupan balpres dan bawang di perairan Indonesia. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Aksi penyerangan para pelaku penyelundupan benar-benar nekat.

Mereka bahkan sampai menabrak kapal patroli Kanwil Khusus DJBC Kepri yang tengah bertugas.

Akibatnya, kapal BC-10001 dengan Kopat Pamujo mengalami retak kaca bagian depan kiri dan reling pas kiri ada yang patah.

Kabid Penindakan dan Sarana Operasi (PSO) Kanwil Khusus DJBC Kepri, Raden Evy Suhartantyo saat konferensi pers, Kamis (9/3/2017) menceritakan, pelaku melemparkan molotov, pecahan besi dan kaca serta potongan-potongan batu kepada petugas.

Peristiwa itu terjadi saat kapal patroli BC-10001 sedang menegah KM Samudra Jaya II bermuatan balpres dari Port Klang, Malaysia tujuan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, Minggu (5/3/2017).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di sekitar perairan Tanjungjumpul.

Kapal patroli BC-10001 diserang oleh massa bayaran yang berada di kapal lainnya yang diduga bertugas mengawal KM Samudra Jaya II membawa muatan balpres senilai Rp 1,5 miliar.

Tidak hanya menyerang dengan bom molotov, KM Samudra Jaya II juga menabrakkan diri ke BC-10001. Namun kapal balpres itu akhirnya tenggelam.

ABK kapal yang berjumlah empat orang dan delapan massa bayaran yang berada di dalam KM Samudra Jaya II mencoba kabur dengan cara menceburkan diri dan berenang ke daratan, namun gagal.

Petugas hanya berhasil mengamankan dua balpres dari 500 bal yang dibawa.

Sisanya tenggelam bersama KM Samudra Jaya II.

Empat ABK dan delapan massa bayaran berhasil diamankan, namun nakhoda berhasil lolos dengan menumpang kapal massa bayaran lainnya.

Pengawalan massa bayaran juga ditemukan pada kasus penegahan KM Putri 2 yang memuat 25 ton bawang merah asal Port Klang, Malaysia tujuan Tanjungbalai Asahan, Jumat (3/3/2017).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di sekitar perairan Tanjung Siapi-Api.

Namun massa bayaran yang berjumlah tujuh orang berhasil diamankan dan digiring ke Kanwil Khusus DJBC Kepri di Karimun.

Dari enam kasus yang berhasil ditegah Satgas kapal patroli Kanwil Khusus DJBC Kepri dari 20 Februari-5 Maret, tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang ditahan di Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun.

Ketiganya ZD, nakhoda KM Adelia Jaya membawa 80 ton bawang merah, HS nakhoda KM Putra Jaya membawa 1.500 kayu teki ilegal dari pulau Merbau, Meranti, Riau tujuan Batu Pahat, Malaysia, 23 Februari .

Terakhir JM nakhoda KM Ocean Sentosa II membawa 30 ton bawang merah, 20 Februari.

Total nilai barang dari enam kapal tersebut sekitar Rp 9,5 miliar dengan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 2,5 miliar.

"Tiga lagi masih kami selediki, walaupun KM Jaya Lestari II, KM Putri Dua dan KM Samudra Jaya II sudah sering melakukan penyelundupan," kata Kabid Penyidikan dan Penanganan Barang Bukti Hasil Penindakan, Winarko.

BC saat ini telah mengirim anggotanya ke Tanjungbalai Asahan memburu para DPO.

Penulis:
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved