Terapis di Spa Esek-esek yang Dibongkar Polisi di Bali Ternyata Ada yang Berasal dari Batam

Spa ini terang-terangan dalam akun facebook menawarkan threesome kepada para pelanggannya dengan tarif Rp 1,1 juta

Tribun Bali/I Dewa Satya Parama
Ketiga pengelola prostitusi online ditetapkan sebagai tersangka. 

Mereka terdiri dari 2 owner, 1 marketing, 1 kasir, 2 saksi pelanggan, dan 18 terapis.

Ketiga pengelola prostitusi online ditetapkan sebagai tersangka.
Ketiga pengelola prostitusi online ditetapkan sebagai tersangka. (Tribun Bali/I Dewa Satya Parama)

Bahkan spa ini terang-terangan dalam akun facebook menawarkan threesome kepada para pelanggannya dengan tarif Rp 1,1 juta.

Sementara itu, barang bukti yang diamankan berupa 1 unit komputer, 2 unit router Wifi, uang tunai Rp 3,8 juta, dua buah handphone, beberapa lembar bukti pembayaran, beberapa buku tabungan, sprei, kondom, gel serta obat kuat. Ketiga tersangka terancam terjerat pasal 27 UU ITE dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Media sosial yang dimanfaatkan untuk prostitusi menjamur di Bali, akun yang paling cukup terkenal adalah seperti grup tertutup di facebook berinisial DS juga menawarkan jasa prostitusi.

Grup yang diikuti 4.230 pengguna facebook itu hampir setiap hari meng-upload postingan layanan jasa prostitusi: mulai dari spa plus-plus, hingga cewek panggilan.

Di grup yang berlambang burung berwarna biru itu, tampaknya ada sejumlah admin yang bertugas sebagai “calo” bisnis esek-esek di dunia maya khususnya untuk wilayah Denpasar dan Badung.

Ribuan orang yang berhasil bergabung di grup tertutup ini bebas bertanya apa saja tentang dunia esek-esek, mulai dari di mana tempat-tempat prostitusi, tempat spa plus-plus di Denpasar, dan Badung, dan bisa juga saling tukar nomor atau pin BB wanita panggilan.

Misalnya ada satu “calo” yang mengupload seorang wanita panggilan, puluhan bahkan ratusan anggota di grup ini bakal komentar satu persatu.

Anggota grup yang sudah pernah menggunakan biasanya komentar, dan memberitahukan bagaimana kesan-kesan mereka.

Setelah tertarik, maka anggota grup yang berminat diberikan kontak: bisa pin BB, dan/atau nomor WA.

Pun begitu juga dengan postingan berbagai spa plus-plus yang beroperasi di Denpasar dan Badung.

Setiap postingan nyaris tak pernah sepi dari komentar: ada yang tawar menawar, ada pula yang sekadar bertanya tarif, dan mengaku segera menuju lokasi. (*)

Editor: nandrson
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved