Kunjungan Raja Arab Saudi

Penerima Cinderamata Raja Salman Diimbau Serahkan ke KPK Jika Tak Ingin Dipidana KPK

Raja Arab Saudi memberikan sejumlah cinderamata pada para pejabat di Indonesia saat berkunjung ke Indonesia. Nilainya ditaksir lebih dari Rp 5 miliar.

Penerima Cinderamata Raja Salman Diimbau Serahkan ke KPK Jika Tak Ingin Dipidana KPK
TRIBUNNEWS.COM/Istimewa
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi (kiri), memberikan cenderamata pedang, ke Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan), saat kunjungan ke Mabes Polri, Sabtu (4/3/2017). Pedang tersebut berasal dari Kerajaan Arab Saudi untuk institusi Polri. 

Giri mengimbau agar para penyelenggara negara yang menerima hadiah saat kunjungan kenegaraan dari Raja Salman untuk melaporkan kepada KPK.

Jika dalam waktu 30 hari pasca menerima gratifikasi tersebut, maka mereka bisa diproses hukum dengan pidana suap yang ancaman hukumannya empat tahun penjara.

"Kami imbau kepada pihak yang terima barang serupa, relatif mewah melaporkan kepada KPK karena ada risiko pidana di sana nantinya," ungkap Giri.

Diungkapkan Giri, dalam Pasal 12B Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menyebutkan, setiap gratifikasi kepada penyelenggara negara yang berhubungan dengan jabatannya dianggap pemberian suap.

Penerima hadiah memiliki waktu 30 hari sejak barang diterima untuk melaporkan kepada KPK.

Apabila melanggar, penerima hadiah bisa diancam dengan hukuman penjara pidana paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Disertai pidana denda Rp 200 juta.

"Gratifikasi itu tidah harus untuk pengaruhi keputusan. Tujuan utama ada pasal gratifikasi adalah untuk membangun etika birokrasi," tambah Giri.

Kapolri
Beberapa waktu lalu Kapolri Jenderal Tito Karnavian membantah bahwa pedang yang diterimanya adalah pedang emas.

"Itu bukan emas ya, saya koreksi, bukan pedang emas. Saya juga bingung siapa yang menulis pedang emas itu," ujar Tito ketika itu.

Tito menjelaskan, pedang tersebut merupakan cinderamata dari pemerintah Arab Saudi, yang ditujukan kepada Mabes Polri.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved