Kadishub Anambas Cari Akal Agar Kapal Pelni Bisa Sandar di Jemaja, Ini Pemicunya!

Kepala Dishub Anambas terus memutar otak mencari cara agar kapal Pelni bisa sandar di Jemaja. Ini alasannya

Kadishub Anambas Cari Akal Agar Kapal Pelni Bisa Sandar di Jemaja, Ini Pemicunya!
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Kapal penghubung berbahan kayu saat mencoba merapat di samping kapal Pelni saat berada di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. Proses bongkar muat penumpang maupun barang, sampai saat ini masih dilakukan di tengah laut. Foto diambil beberapa waktu lalu 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - ‎Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurman tengah berupaya agar kapal Pelni bisa sandar saat berada di Pulau Jemaja. Seperti diketahui, kapal dengan daya angkut mencapai 970 orang itu, hanya bisa berada di tengah laut saat tiba di Jemaja. Proses bongkar muat barang dan penumpang pun, terpaksa dilakukan dengan menggunakan kapal penghubung berbahan kayu.

"‎Itu yang kami terus upayakan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, salahsatunya kembali memperpanjang dermaga Pelabuhan Letung," ujarnya Minggu (19/3/2017).

‎Nurman pun menjawab diplomatis ketika disinggung mengenai pengoperasian Pelabuhan Kuala Maras bila dilihat dari sisi efisiensi anggaran daripada menambah panjang Pelabuhan Letung. Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan, tidak hanya dari sisi anggaran semata.

"‎Pertimbangannya banyak. Mulai dari sisi politik, sosial dan aspek lainnya. Artinya, tidak hanya dari sisi anggaran saja," ungkapnya.

‎Pelabuhan Letung biasa digunakan untuk sejumlah kapal seperti kapal barang dengan tonase tertentu, hingga kapal ferry. Hal ini pun, diketahui juga berlaku di Pelabuhan Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur. Upaya untuk memperpanjang dermaga pun, diketahui dilakukan secara beberapa tahap.

Harapan agar kapal Pelni dapat sandar di Pelabuhan Kuala Maras pun, sebelumnya disampaikan Khairul satu diantara masyarakat Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur. Menurutnya, kendala yang harus dalam melakukan olah gerak kapal Pelni tersebut dikarenakan terdapat karang yang berada tidak jauh dari ujung pelabuhan.

‎Usulan mengenai pengerukan kolam pelabuhan Kuala Maras sebelumnya sudah pernah disampaikan kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas. Sayangnya, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas III Tarempa ketika itu, kurang memberikan dukungan terkait usulan yang disampaikan tersebut. (*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Senin (20/3/2017)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved