Menteri Jonan: Pemerintah Prioritaskan Gas untuk Kelistrikan

FPU Jangkrik memiliki kapasitas 450 mmfg gas. FPU Jangkrik juga bisa memproses langsung gas hasil pengoboran sehingga lebih efisien

Menteri Jonan: Pemerintah Prioritaskan Gas untuk Kelistrikan
HUMAS PEMPROV KEPRI
Menteri ESDN Ignasius Jonan bersama Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di Karimun, Selasa (21/3/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan Floating Production Unit (FPU) Jangkrik buatan Karimun tersebut akan dipakai di wilayah kerja sekitar Selat Makassar sekitar perairan pulau Kalimantan dan pulau Sulawesi pada Juni 2017 mendatang.

FPU Jangkrik memiliki kapasitas 450 mmfg gas. FPU Jangkrik juga bisa memproses langsung gas hasil pengoboran sehingga lebih efisien.

Selain itu juga bisa memproses hasil produksi pengoboran gas yang dilakukan instalasi lainnya yang berada di sekitar wilayah operasional FPU Jangkrik.

“Gas hasil produksi (FPU) Jangkrik 52 persen ke Pertamina, Pertamina nanti ke PLN, kemudian 38 persen ke Eni Minstrim dan sekitar 10 persen ke industri pupuk di Kalimantan,” ujarnya di Tanjungbalai Karimun, Kepri, Selasa (21/3/2017).

Sementara perihal DMO, Jonan mengaku kebijakan pemerintahan, permintaan dalam negeri jadi prioritas.

Jonan juga mengharapkan listrik tidak setiap kuartal, setiap tahun mengalami kenaikkan.

“Contoh, kalau memang di daerah ada sumber gas, lebih baik bangun PLTG dari pada bangun PLTU, masa di Papua bangun PLTU, ngangkut batubaranya itu setengah mati.

DMO pemerintah akan mengatur lagi, terutama untuk kelistrikan menjadi prioritas. Kalau perlu buat perusahaan dalam negeri. Masa orang bangun PLTG nyari gasnya ke mana, itu kan lucu sekali, ini sesuai juga dengan arahan bapak Presiden, prioritas gas untuk kelistrikan,” katanya.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Rabu, 22 Maret 2017

Penulis:
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved