ALAMAK. Anggota Parlemen Ini Pukuli Pramugara Karena Tak Dapat Kursi Bisnis

Seorang anggota parlemen India memukuli seorang pramugara maskapai penerbangan Air India karena tidak mendapat penerbangan kelas bisnis.

ALAMAK. Anggota Parlemen Ini Pukuli Pramugara Karena Tak Dapat Kursi Bisnis
kompas.com
Air India 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Seorang anggota parlemen India memukuli seorang pramugara maskapai penerbangan Air India karena tidak mendapat penerbangan kelas bisnis.

Ravindra Gaikwad, anggota parlemen tersebut, mengaku kepada sejumlah wartawan India bahwa dia telah "memukulinya 25 kali dengan sandal" karena "arogan".

"Saya bukan anggota parlemen dari BJP. Saya anggota parlemen dari Shiv Sena dan saya tidak akan menoleransi hinaan apa pun. Biarkan si karyawan mengeluh. Saya akan ajukan keluhan ke ketua parlemen dan aparat lain," ujar Gaikwad.

Beberapa laporan menyebutkan insiden itu terjadi lantaran Gaikwad diberitahu bahwa dia tidak bisa mendapat penerbangan kelas bisnis mengingat semua kursi di pesawat yang akan ditumpanginya adalah kelas ekonomi.

Foto Ravinda Gaikwad yang diambil dari laman pemerintah. (PArliament of india)
Foto Ravinda Gaikwad yang diambil dari laman pemerintah. (PArliament of india) ()

"Ketika saya memberitahunya bahwa permintaannya tidak mungkin, dia menjadi kasar dan mulai menggunakan bahasa yang buruk. Semoga Tuhan menolong negara kami jika ini adalah budaya dan sikap semua anggota parlemen kami," ujar kru kabin itu kepada Asian News International, seraya menambahkan kacamatanya pecah dalam serangan tersebut.

Maskapai Air India menyampaikan laporan kepada kepolisian dan tengah mempertimbangkan merilis daftar larangan terbang untuk penumpang pesawat 'yang urakan'.

Peristiwa antara Gaikwad dan kru kabin Air India menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan di Twitter.

.
Netizen di India mendukung sikap kru kabin Air India. 

Banyak Netizen yang marah dengan sikap Gaikwad sebagai anggota parlemen. 

.

Sedemikian hebohnya, Menteri Penerbangan Sipil India, Ashok Ganapathi Raju, angkat bicara. "Tiada warga negara yang boleh bersikap seperti itu. Serangan fisik tidak akan dianjurkan akan selalu dikecam."

Insiden serupa terjadi tahun lalu, ketika seorang anggota parlemen India ditahan karena dituduh menampar seorang pegawai maskapai penerbangan di sebuan bandara di Andhra Pradesh setelah diberitahu dia dan keluarganya tidak diizinkan menumpang pesawat mengingat gerbang telah ditutup.

Partai Shiv Sena adalah anggota koalisi di Negara Bagian Maharashtra yang dikuasai Partai Bharatiya Janata.

Selama ini, partai tersebut meraih reputasi sebagai partai yang mengusung isu-isu keagamaan dan etnisitas. Shiv Sena juga mendukung serangan fisik terhadap lawan politik.

Pada 2015, misalnya, aktivis Shiv Sena menyiram kepala seorang ketua lembaga kajian India dengan tinta hitam karena dia mendukung peluncuran buku karya mantan menteri luar negeri Pakistan. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved