5 Buron Pembobolan Rumah Pinang Kabur, Polisi Jaga Satu-satunya Pelaku Tertangkap

Polisi mengintensifkan penjagaan pelaku pembobolan rumah di Pinang guna kejar pelaku lain yang buron

5 Buron Pembobolan Rumah Pinang Kabur, Polisi Jaga Satu-satunya Pelaku Tertangkap
TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Andri Kurniawan b 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,TANJUNGPINANG- Lima orang Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pembobolan rumah kosong di wilayah Tanjungpinang telah diketahui identitasnya. Kini Polres Tanjungpinang masih mencari para pelaku yang diduga telah kabur ke luar Tanjungpinang.

Pihaknya pun telah menyebar informasi dengan data gambar dan identitas pelaku. "Masih kita cari. Identitas masih kita inisialkan. Kita sudah sebar identitas pelaku," ujar AKP Andri Kurniawan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang,Minggu (26/3).

Kordinasi dengan pihak-pihak kepolisian lainya pun terus dilakukan. Namun hingga kini belum ada informasi keberadaan 5 orang tersebut. Pihaknya tetap yakin mampu mengamankan mereka. Hal itu diperkuat dengan identitas yang jelas hingga tempat asal para pelaku.

Sedangkan itu, YS (34) satu-satunya pelaku yang telah diamankan beberapa hari lalu masih dalam masa penyembuhan akibat luka tembak di bagian kakinya setelah berusaha melarikan diri dari Polisi. Pemeriksaan terhadap YS pun masih terus dilakukan guna mencari tau kemana kaburnya para pelaku lain.

Selain itu olah TKP di beberapa rumah ‎yang menjadi sasaran pembobolan pun belum dilakukan. Hal itu lantaran kondisi YS yang kurang mendukung. Sehingga butuh waktu setelah pelaku YS dinyatakan sembuh. "Belum dilakukan Olah TKP. Nanti nunggu sembuh," tambahnya.

Para pelaku komplotan ini telah melakukan pencurian hingga meraup keuntungan ratusan juta. Mereka merupakan kawanan pencuri sepesialis rumah kosong. Dalam aksinya, pelaku telah ‎melakukan tujuh TKP. Di Bintan menurut pngakuan tersangka ada tiga rumah dan di Tanjungpinang 4 tempat.

Uang yang dicuri pelaku tidaklah sedikit. Rumah depan Polsek bukit Bestari pelaku berhasil menggondol 200 juta. Sementara barang bukti yang diamankan sebanyak 30 juta dan berbagai jenis merk Ponsel.

Modus pelaku saat beraksi, kata Andri, saat hendak menyatroni rumah para korbannya berpura-pura ingin mencari orang. Pelaku selalu berhasil melancarkan aksinya karena mereka mengetahui pemilik rumah sedang kosong, kemudian pelaku langsung melancarkan aksinya.

"Mereka beraksi bersama-sama. Tidak sendirian," tambahnya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved