Begini Kronologis Heboh Pemberangkatan TKI ke Malaysia, Terpaksa Berenang di Lautan

Begini Kronologis Heboh Pemberangkatan TKI ke Malaysia bekerja di perusahaan kelapa sawit, Terpaksa Berenang di Lautan

Begini Kronologis Heboh Pemberangkatan TKI ke Malaysia, Terpaksa Berenang di Lautan
kontan.co.id
Ilustrasi pabrik kelapa sawit 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Asisten Operasional Danlantamal IV Tanjungpinang Kolonel May Frengky di Pos AL Lagoi menegaskan, Rio (16) dan Fajar (17) beserta 31 TKI ilegal lainnya dua hari lalu atau Jumat (24/3) bermalam di Pulau Panjang.

“Saya yakin pasti dia (TkI) melalui pelabuhan tikus, tapi dari daerahnya di Nongsa, Batam,”kata May Frengky.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan pengembangan kasus untuk memperoleh informasi siapa tekong para TKI tersebut. Siapa siapa penyalur, baik yang dari Batam, maupun yang di kampung para calon TKI ilegal tersebut. “Karena ini pasti sindikat ini. Mereka ada di mana mana, kemudian disalurkan menuju ke Batam untuk digeser ke luar negeri,”kata dia.

Terkait tiga orang TKI yang berenang menyelamatkan diri pasca boat yang ditumpangi para TKI menuju Malaysia bocor di tengah laut, May Frengky mengatakan, ditemukan pihaknya pada Sabtu kemarin dengan jam 15.30. “Saya ingat dulu ya, yang berenang itu ada 3 orang laki laki,”kata May Frengky.

Mereka diantaranya bernama Sukiman, Fajar (17) asal Medan, dan Reza. Satu dari tiga orang itu ditemukan sudah dalam kondisi terdampar.

Kasus penyelidikan kasus ke 33 TKI ilegal tersebut agak sulit diurai, karena dari hasil penyelidikan setiap korban tidak datang dari tempat sama. Ada TKI yang sudah beberapa hari telah menginap di Batam, sebelum yang lain datang.

“Tapi mereka tidak tahu Batam itu dimana. Yang mereka ketahui, dia menggunakan pick up dari hutan hutan sampai menuju ke pantai. Mereka kemudian dikumpulkan di satu titik, kemudia mereka diberangkatkannya melalui pantai tadi,

jadi semuanya tidak sama, Ada yang baru datang dari Bandara (Hang Nadim), langsung dibawa ke pantai langsung berangkat, jadi berbeda beda mereka, ”kata May Frengky.

Mengenai nama perusahaan penyalur para TKI, May Frengky mengatakan itu masih diselidiki intensif. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved