Ormas Pemuda Pancasila Apresiasi Penyegelan Landing Station Sacofa di Anambas, Ini Alasannya

Ormas Pemuda Pancasila mengapresiasi penyegelan landing station Sacofa di Anambas. Ini alasannya!

Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Ormas Pemuda Pancasila Anambas di lokasi Landing Sation Sacofa 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-Langkah penyegelan kembali oleh tim dari TNI terhadap landing station Sacofa di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas diapresiasi oleh MPC Pemuda Pancasila. Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Anambas, Arfandi mengatakan, langkah penyegelan kembali landing station perusahaan asing yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi itu, sekaligus menegaskan sikap sekaligus menjawab pertanyaan yang selama ini berkembang di masyarakat.

"Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh tim TNI terkait penyegelan landing station PT. Sacofa itu. Selama ini, ada sebagian masyarakat yang mempertanyakan pembukaan segel yang dilakukan oleh tim PPNS dari Kemenkominfo kemarin. Terlebih, pembukaan segel tersebut terkesan diam-diam karena pejabat pemerintah daerah mayoritas tidak mengetahui ada pembukaan segel tersebut," ujarnya Minggu (26/3/2017).

Pihaknya menambahkan, perusahaan harus mengurus perizinan sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia. Kontribusi bagi Negara termasuk daerah dari pengoperasian perusahaan tersebut, menjadi hal lain yang diharapkan muncul dari hadirnya landing station di Anambas.

"Paling tidak, ada kontribusinya untuk daerah bahkan Negara. Kalau belum melengkapi proses perizinan namun segel sudah terbuka, tentu timbul pertanyaan di masyarakat," ungkapnya.

Tim dari TNI kembali memasang segel pada ruangan perangkat keras landing station yang berlokasi di jalan Takari RT 05/RW III nomor 44 Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan itu Kamis (23/3) malam kemarin. Tim yang terdiri dari Lanal Tarempa dan Koramil 02/Tarempa it pun, tampak berjaga mulai dari pintu masuk hingga di bagian dalam landing station tersebut. Penyegelan pun, dilakukan sekitar pukul 18:15 WIB. ‎

"Kami mendapat perintah dari Kodim dan Korem, perintahnya segel," ujar Dandim 0318 Natuna melalui Perwira Penghubung Mayor (Kav) Harioko Kamis (23/3) malam kemarin.

Pihaknya pun menjawab diplomatis ketika disinggung perintah penyegelan langsung dari Panglima TNI. Ia kembali menjelaskan, perintah penyegelan ‎berasal selain dari Komando Resor Militer (Korem) 033/Wira Pratama, juga bersumber dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0318/Natuna. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas komunikasi, informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas terkait hal ini.

"Yang kami segel perangkat kerasnya. Dengan adanya dibuka kemarin, kita gak tahu. Apakah mereka operasional kembali atau tidak tahu. Terkait penyegelan ini pun, sudah kami sampaikan kepada Pak Bupati," ungkapnya.

Paska penyegelan, landing station ini pun dalam pengawasan TNI. Sebanyak 15 orang anggota dari Lanal Tarempa dan TNI Angkatan Darat, dikerahkan untuk menjaga landing station paska penyegelan tersebut. Garis polisi berwarna kuning pun, kembali melintang pada sejumlah ruangan di landing station tersebut. (*)

Penulis: Tyan
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved