Tim WFQR Lantamal IV Selamatkan 30 Calon TKI yang Terdampar karena Kapal Bocor. Kondisinya Lemas

Berbekal informasi itu, tim WFQR Lantamal IV menggunakan Patkamla Lingga bergerak menuju Pulau Panjang untuk melakukan evakuasi

Tim WFQR Lantamal IV Selamatkan 30 Calon TKI yang Terdampar karena Kapal Bocor. Kondisinya Lemas
Dispen Lantamal IV
Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang menyelematkan puluhan calon TKI yang terdampar setelah kapalnya bocor. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, LAGOI - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang menggagalkan upaya pengiriman 30 tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal ke Malaysia.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Danalantamal V) Laksamana Pertama TNI S Irawan, SE menyebutkan Tim WFQR Lantamal IV yang menggagal upaya pengiriman TKI ini adalah dari Posal Lagoi yang tengah berpatroli.

Upaya penggagalan pengiriman TKI secara ilegal itu bermula dari ditemukannya tiga orang yang sedang berenang sambil berteriak minta tolong di alur pelayaran pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) oleh tim WFQR Lantamal IV dari Posal Lagoi yang sedang melakukan patroli laut.

“Tim WFQR Lantamal IV kemudian melakukan proses evakuasi terhadap ketiga orang tersebut. Mereka kemudian dibawa menuju Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Lagoi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan menggali keterangan lebih lanjut.

Ketiganya mengaku bagian dari 33 TKI ilegal yang gagal diberangkatkan dari Batam menuju Malaysia, karena boat yang mereka gunakan mengalami kebocoran,” kata Danlantamal IV melalui rilis yang diterima Tribun Batam, Minggu (26/3/2017).

Danlantamal IV menjelaskan setelah dilakukan pendalaman dan analisa terhadap keterangan yang diberikan tiga orang itu, diperoleh informasi bahwa masih ada 30 calon TKI lain yang berada di Pulau Panjang.

Berbekal informasi itu, tim WFQR Lantamal IV menggunakan Patkamla Lingga bergerak menuju Pulau Panjang untuk melakukan evakuasi.

Setelah dilakukan penyisiran terhadap titik kumpul TKI di Pulau Panjang, tim menemukan 30 TKI, rata-rata kondisinya dalam keadaan lemas dan trauma.

Mereka kemudian dibawa ke Posal Lagoi, dan dilakukan pemeriksaan kesehatan serta tes urine.

Komandan Lantamal IV menghimbau kepada TKI yang akan berangkat ke luar negeri agar menggunakan agen penyalur resmi, dengan demikian keberadaan mereka diluar negeri terdata dan terpantau pemerintah.

Kepada penyedia jasa penyalur TKI ilegal, diperingatkan untuk menghentikan kegiatannya, karena pengiriman TKI secara ilegal selain melanggar hukum juga berbahaya bagi keselamatan TKI itu sendiri.

“Sudah banyak kecelakaan laut yang menimpa TKI bahkan merenggut nyawa mereka, hendaknya hal ini dijadikan pelajaran.

Hentikan pengiriman TKI secara ilegal. Dengan menggunakan jalur resmi, negara dapat memantau dan memberikan bantuan hukum manakala para pahlawan devisa negara itu mengalami permasalahan hukum,” ujarnya.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved