Breaking News:

KPPAD Minta Gubernur Bangun Panti Rehabilitasi Anak korban Kejahatan Seksual. Ini Alasannya

Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syahrial meminta Pemprov Kepri membangun Pusat Rehabilitasi bagi anak-anak korban kejahatan seksual.

Penulis: Anne Maria | Editor: Alfian Zainal
Tribun Batam/Ian Sitanggang
Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Erry Sahrial 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syahrial meminta Pemprov Kepri membangun Pusat Rehabilitasi bagi anak-anak korban kejahatan seksual.

Erry berharap Gubernur Kepri Nurdin Basirun membangun panti tersebut.

Tempat rehab tersebut berfungsi untuk menangani trauma psikologis yang biasanya dialami para anak-anak korban kejahatan seksual tersebut.

"Selain mengalami luka fisik, korban juga mengalami trauma psikologis yang panjang. Ini harus kita perhatikan," katanya.

Menurut Erry, anak korban kejahatan seksual tidak hanya bisa selesai sebatas proses hukum kasus yang dialaminya.

"Bagaimana supaya anak itu bisa percaya diri lagi dan masyarakat bisa menerima," kata Erry.

Bahkan, korban pelecehan seksual ini berpotensi mengalami trauma hingga tua.

Para korban sodomi, misalnya, berpotensi untuk melakukan hal yang sama jika sudah dewasa.

Erry mengatakan, selama ini KPPAD dengan cara membawa psikolog langsung ke rumah korban.

"Kalau sekarang kami home visit saja. Jadi psikolognya yang kami bawa ke tempat korban. Berapa kali kedatangannya, itu tergantung kebutuhan anaknya masing-masing," ucap dia.

Namun demikian, untuk kasus yang cukup berat, tidak menutup kemungkinan membawa korban ke luar daerah yang sudah memiliki tempat rehabilitasi. Termasuk juga para pelaku.

"Kalau pelaku biasanya kita rujuk di luar daerah. Termasuk korban yang mungkin juga kondisinya lebih parah," katanya.

Erry mengatakan, soal panti rehabilitasi itu pihaknya sudah cukup sering mengajukan usulan, baik lewat dinas sosial ataupun kementerian sosial.

"Tapi ya, masalahnya klasik, terkendala tanah atau lahannya, juga anggarannya," ujar dia.

Kasus kejahatan pencabulan menurut dia memiliki trend naik turun setiap tahunnya.

Saat inbi, sasaran usia korban pencabulan semakin muda, yakni usia sepuluh tahun ke bawah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved