Soal 33 TKI Ilegal Temuan Lantamal di Lagoi, Ini Penegasan BP3TKI Tanjungpinang

Soal 33 TKI ilegal temuan Lantamal Tanjungpinang, Inilah penegasan BNP2TKI Tanjungpinang

Soal 33 TKI Ilegal Temuan Lantamal di Lagoi, Ini Penegasan BP3TKI Tanjungpinang
Tribunnewsbatam/eko
Ilustrasi. BNP2TKI Pulang Ratusan TKI Bermasalah di Batam

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjungpinang Kombes Pol H Ahmad Ramadhan menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Lantamal IV Tanjungpinang dalam menangani kasus 33 TKI ilegal yang telah diungkap Tim WFQR Posal Lagoi pada Sabtu (25/3/2017) lalu.

Ahmad Ramadhan dikonfirmasi pada Senin (27/3/2017) menyampaikan, problem TKI non prosedural alias TKI bermasalah sudah menjadi prolem prioritas pihaknya saat ini. Banyak pihak dilibatkan untuk menuntaskan problem akut tersebut secara bersama sama.

"Instansi terkait dalam hal ini Lantamal, kepolisian hingga BP3TKI yang ada di daerah lain,"kata dia.

Rencananya, jika penyelidikan terhadap 33 TKI ilegal yang diungkap Lantamal IV itu rampung, pihaknya langsung akan memulangkan para korban ke daerah masing masing. Ahmad menyebut, 33 TKI ilegal tersebut pada prinsipnya adalah korban.

"Kita terus berkoordinasi dengan pihak Lantamal. Rencananya kalau sudah diperiksa kita langsung pulangkan mereka,"katanya.

Ke 33 TKI ilegal yang diungkap Tim WFQR Posal Lagoi berasal dari berbagai daerah. Sebanyak 21 diantara mereka berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sisanya ada yang dari Medan, Sumatra Utara, Jawa dan daerah daerah lainnya. Pemulangan semuanya menjadi tanggung jawab BPN2TKI dalam hal ini didaerah tugas BP3TKI.

Dia berharap, kedepan, tidak ada lagi kasus kasus penyeberangan orang sebagai TKI ke negara lain terutama terjadi di wilayah kerja mereka. Oleh karena itu, langkah paling prioritas untuk mencegah itu adalah meningkatkan koordinasi dengan BPN2TKI yang ada di daerah daerah lain.

"Masalah ini merupakan merupakan permasalahan dari hulu dan hilir dan harus diselesaikan bersama-sama oleh seluruh instanai di daerah masing-masing. Kam terus berkordinasi dengan semua pihak untuk mengatasi permasalahan tersebut,"ucap Ahmad. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved