Tak Puas Proses Penyelidikan Kematian Jeni, Keluarga Akan Lapor ke Propam

Kami dibilang melalui SP2HP itu korban meninggal infeksi kronis pada rongga perut. Penyelidikan tidak komprehensif. Kami sangat kecewa

Tak Puas Proses Penyelidikan Kematian Jeni, Keluarga Akan Lapor ke Propam
TRIBUN BATAM/LEO HALAWA
Kuasa hukum keluarga Jenisman Wau, Ekinus Duha dan Ruli Apriyandi Sihura menunjukkan SP2HP yang diterima dari polisi, Selasa (28/3/2017) sore. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Keluarga alamrhumah Jenisman Wau alias Jeni yang meninggal di RS Elisabeth Senin (27/2/2017) lalu kecewa terhadap penyidik Polsek Batam.

Sebab, setelah diumumkan hasil forensik oleh Polsek Batam Kota, kematian Jeni disebut infeksi kronis pada rongga perut.

Hasil forensik dari RS Bhayangkara Polda Kepri itu diberikan polisi kepada keluarga melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kedua.

"Kami dibilang melalui SP2HP itu korban meninggal infeksi kronis pada rongga perut. Penyelidikan tidak komprehensif. Kami sangat kecewa dengan hasil penyelidikan ini," kata Ruli Apriyandi Sihura dan Ekinus Duha, kuasa hukum keluarga Jeni, Selasa (28/3/2017).

Riyandi menuding penyidik Polsek Batam Kota berbohong soal status kehamilan Jeni sebelum meninggal.

Sebab, pengakuan Kabid Dokkes Polda Kepri mengatakan bahwa saat Jeni dites urine, positif hamil.

"Sementara Kanit Reskrim Ikhtiar Nazara bilang negatif hamil. Yang mana yang benar? Kan memunculkan kecurigaan besar kami dalam pengungkapan kasus ini. Apakah penyidik berbohong?" ungkapnya.

Kuasa hukum pin akan melaporkan hal ini ke Propam

"Kami merasa tidak puas dengan hasil forensik ini. Patut kami duga, mereka bela Ah, pacar Jeni oleh karena sesuatu hal," tandas Ekinus.

Kata Riyandi dan Ekinus juga sudah menyusun berbagai berkas rentetan kasus untuk menjerat Ah.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved