Breaking News:

Guskamlabar Gelar Commander Call Terkait Pengamanan Perbatasan RI-Singapura

Komandan Guskamlabar dan Staf Guskamlabar selaku pemegang Operation kontrol juga memaparkan dampak operasi dalam bidang intelijen, operasi dan logisti

DOK GUSKAMLABAR
Gugus Keamanan Laut Wilayah Barat (Guskamlabar) menggelar Commander Call sebagai evaluasi kegiatan pengamanan perbatasan RI-Singapura, di Tanjung Uban, Senin (27/3/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Gugus Keamanan Laut Wilayah Barat (Guskamlabar) menggelar Commander Call sebagai evaluasi kegiatan pengamanan perbatasan RI-Singapura, di Tanjung Uban, Senin (27/3/2017).

Melalui rilis yang disampaikan kepada Tribun, Rabu (29/3/2017), Komandan Guskamlabar Laksma TNI Bambang Irwanto menyebutkan, rapat ini diikuti unsur-unsur yang terlibat dalam operasi pengamanan Perbatasan RI-Singapura.

Termasuk unsur KRI Siwar-646, KRI Kujang-642, KRI Sembilang-850, KRI Siada-862 dan KRI Alamang-644.

Disebutkan, dalam rapat dilakukan review efektivitas dan efisiensi operasi yang telah dijalani serta membahas dinamika serta tantangan yang bakal di hadapan di lapangan.

Dalam evaluasi itu, Komandan Guskamlabar dan Staf Guskamlabar selaku pemegang Operation kontrol juga memaparkan dampak operasi dalam bidang intelijen, operasi dan logistik.

Komandan Guskamlabar mendapatkan banyak feedback atau masukan dari para Komandan KRI khususnya dalam mendukung efektifitas dan efisiensi operasi.

Dalam kesempatan Commander Call ini, Laksma TNI Bambang Irwanto memberikan penekanan kepada seluruh Komandan KRI harus paham karakteristik kapal yang diawaki (meningkatkan skill), tanggap dengan perubahan cuaca, serta paham terhadap Standard Operating Procedure (SOP).

"Operasi pengamanan perbatasan RI-Singapura dilaksanakan guna penegakkan hukum dan kedaulatan di perairan Yuridiksi Indonesia," katanya.

Karena itu semua perwira kapal harus memahami Prosedur Tetap Keamanan Laut (Protap Kamla) serta perundang-undangan yang berkaitan dengan penegakkan hukum di laut.

Dengan dilaksanakannya Commander Call ini diharapkan ke depan hasil dan kondisi operasi Pengamanan Perbatasan RI-Singapura berjalani lebih baik dari waktu ke waktu dan lebih optimal dalam menegakkan kedaulatan dan hukum di wilayah yuridiksi nasional.(*)

Editor: Mairi Nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved