Penyanderaan Balita Berujung Maut

Darah Korban Berceceran Di Rumah, Pelaku Dendam Dengan Ernawati, Ini Jawaban Sang Adik!

Darah korban berceceran di TKP, pelaku tewas setelah peluru polisi menghajarnya saat menyandera anak korban

Darah Korban Berceceran Di Rumah, Pelaku Dendam Dengan Ernawati, Ini Jawaban Sang Adik!
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Ernawati dan anaknya Fazri anaknya menjalani perawatan di ruang Anggrek Lantai III RSUD Tarakan, Rabu (5/4/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN-Bunyi letusan pistol terdengar saat polisi melumpuhkan Vulla, pelaku penyanderaan dua balita keponakannya sendiri di dalam rumah, Jalan Gajah Mada, RT 1, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, Kalimantan Barat, Selasa (4/4/2017).

Baca: Mengejutkan! Inilah 5 Fantasi Seks Yang Sering Terlintas di Benak Wanita, Anda Yang Mana?

Tembakan anggota polisi mengenai bagian badan Vulla, sampai akhirnya tewas.

Dua balita, yakni Fazri (5) dan Aisyah (2) yang sempat disandera berhasil diselamatkan.

Jenazah Vulla langsung dimasukkan dalam kantong mayat warna oranye dan dibawa ke Ruang Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan menggunakan mobil ambulans.

Sebelum menyandera dua balita tersebut, Vulla sempat mengamuk melukai Ernawati, ibunda dua balita hingga mengalami luka?luka di bagian lengan, dada, dan paha kiri. Ernawati dirawat di RSUD Tarakan.

Polisi sendiri sudah melakukan berbagai upaya membujuk Vulla agar melepaskan kedua keponakannya.

Selama dua jam melakukan pendekatan, Vulla juga tidak mau melepaskan dua bocah itu.

Polisi yang dibantu anggota TNI terus membujuk Vulla, melihat Fazri yang berada di dekapan Vulla mengalami luka bagian lengan dan perut.

Karena kondisi yang membahayakan sang bocah, polisi pun mengambil langkah untuk melumpuhkan Vulla. Tembakan mengenai bagian badan Vulla hingga akhirnya meninggal.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved