Minggu, 19 April 2026

Penyekapan Anak di Seraya

Kapolresta Ikut Turun ke Lokasi Penyekapan. Suasana Masih Mencekam

Hengki yang nampak berjalan dari arah kejauhan, langsung memasuki sebuah rumah yang dijadikan polisi untuk membahas upaya pelepasan korban penyekapan.

TRIBUNBATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Polisi dari Polresta Barelang sedang berupaya melakukan penyelamatan terhadap Maisa (8) yang disandera ayahnya sendiri di Perumahan Seraya Garden, Kamis (6/4/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Kapolresta Barelang AKBP Hengki tiba di TKP penyekapan, Kamis (6/4) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Hengki yang nampak berjalan dari arah kejauhan, langsung memasuki sebuah rumah yang dijadikan polisi untuk membahas upaya pelepasan korban penyekapan.

Ia bersama-sama dengan personilnya nampak berdiskusi tentang situasi dan kondisi terkini areal penyekapan itu.

Pasalnya hingga sampai saat ini, pihak kepolisian belum juga bisa mendekati rumah pelaku penyekapan, Atuk.

Baca: BREAKINGNEWS. Seorang Warga Singapura Sekap Anaknya Sendiri Sambil Pegang Parang di Seraya Garden

Baca: TERUNGKAP. Ternyata Karena Alasan Ini Atuk Sekap Anaknya Sambil Membawa Parang

Sementara itu, suasana di lokasi masih mencekam.

Warga juga tidak berani mendekati rumah Atuk, warga Singapura yang menyekap anaknya, Maisa.

Meskipun tak berani mendekat, tapi warga bergerombol melihat peristiwa tersebut dari kejauhan.

Selain karena adanya garis polisi dan sebatang kayu yang menghalangi akses menuju lokasi penyekapan, polisi tak berseragam juga terlihat menjaga secara ketat lokasi tersebut sejak pukul 11.00 WIB.

Atuk yang berada di dalam rumah bersama Maisa sempat keluar rumah untuk mengungkapkan ancamannya pada polisi dan warga sekitar.

Sambil memegang parang, Atuk menggendong Maisa dan mengancam akan menusuk kepala anaknya menggunakan obeng jika ada yang berani mendekati rumahnya di Perumahan seraya Garden nomor 41.

"Jangan mendekat. Kalau kalian mendekat, anak ini akan saya bunuh," katanya berteriak seraya memegang anaknya serta parang dan obeng yang juga ia genggam.

Atuk juga sempat mengancam akan menyayat dirinya sendiri begitu memastikan anaknya meninggal.

Setelah mengancam, Atuk pun kembali masuk ke dalam rumah bersama anaknya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved