Kejati Kepri Kebut Dua Kasus, Satu Kasus Lagi Segera Tetapkan Tersangka. Ini Kasusnya!

Kejati Kepri kebut pengungkapkan dua kasus, satu kasus lagi segera tetapkan tersangka. Ini detail kasusnya!

Kejati Kepri Kebut Dua Kasus, Satu Kasus Lagi Segera Tetapkan Tersangka. Ini Kasusnya!
tribunbatam/wahib waffa
Ilustrasi. Kajati Kepri Yunan Harjaka ekspos kasus dugaan gratifikasi BSM di Pemkab Anambas, Selasa (31/1/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- ‎Kejati Kepri tengah dikebut banyak perkara kasus yang ditanganinya. Ada dua perkara yang kini segera ia limpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Diantaranya Gratifikasi Bank Syariah Mandiri (BSM) dan KONI Natuna.

Baca: Terbongkar! Inilah Wanita Otak Begal Yang Bunuh Bella Dengan Sadis

Baca: Edan! 3 Pria Ini Cabuli Bergilir Gadis Penjaga Kedai Kopi, Pelaku Robek Celana Korban

"Kita tengah kelarkan dua kasus ini dulu. Baru saya akan tetapkan tersangka dalam kasus lain. Kita masih gesah kasus ini dulu. Biar cepat disidangkan. Jadi mohon bersabarlah kawan-kawan Media. Saya juga tak mau bicara banyak di Media tapi tugas tak selesai-selesai," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Feritas dihubungi, Jumat (7/4/2017).

Menurutnya satu kasus lain yakni Universitas Terbuka (UT) Natuna juga telah menyusul. Sementara itu dua kasus dengan 5 tersangka belum selesai berkas perkara penyidikanya. Oleh karenanya dua kasus ini menjadi fokus agar Kejati segera menyidangkan.

"Tak enaklah saya ngomong terus di media tapi nanti dibilan kerjaan kita dianggap lamban. Kita semaksimal mungkin melengkapi berkas-berkas dua kasus itu. Kita berusaha secepat mungkin menjawab pertanyaan masyarakat tentang ending dari pengungkapan sebuah kasus," tambahnya.

Tak hanya UT Natuna yang segera ia tetapkan tersangkanya, namun kasus lain pun ia sedang targetkan agar bisa naik ke Penyidikan. Kasus apa itu, ia masih merahasiakan. Ia lagi-lagi merasa tak nyaman jika ada presepsi penanganan yang lamban.

"Tidak ada penanganan lamban itu. Kita sudah kerjakan sesuai SOP kita dengan kemampuan SDM kita. Taukan kita ini memiliki keterbatasan tenaga penyidik juga. Jadi gak bisa serta merta ada penyelidikan langsung naik kepenyidikan dan tetapkan tersangka. Tapi memang kondisi keterbatasan anggota kita," tambah Feritas dengan nada lantang.

Lebih lanjut, ditanya apakah ada kasus baru yang akan ia naikan ke penyelidikan. Ditanya apakah ada penyelidikan kasus permaainan barang pada jasa angkutan, ia tak menjawab secara langsung. Hanya ia berjanji akan memberikan keterbukaan kepada publik. "Kalau ada pelanggaran hukum kita sebagai penegak kenapa kita diam saja? Ada yang sedang kita soroti. Nanti saja ya," tambahnya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved