BREAKINGNEWS: Kasus Penembakan Rumah Ketua LAM Natuna Terungkap, Inilah Pelakunya!

Kasus penembakan rumah Ketua LAM Natuna terungkap. Inilah pelakunya dan ini pemicunya!

BREAKINGNEWS: Kasus Penembakan Rumah Ketua LAM Natuna Terungkap, Inilah Pelakunya!
shutterstock
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Kasus penembangkan mobil dan rumah Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna Wan Jawadi akhirnya Korem 033 Wira Pratama Kepri menetapkan dua tersangka anggotanya berinisal Prada LMR dan Prada AT. Mereka merupakan dua anggota yang didatangkan dari Kodam Jaya Batalyon Angkutan Air untuk menjaga Alutsista.

Baca: Tragis, Pengantin Baru Gantung Diri Ternyata Hamil 4 Bulan, Janin Dipisahkan saat Dikubur

Baca: Berpura-pura Janda Cantik Cari Jodoh, Komplotan Ini Peras Pria Naksir Rp 25 Juta. Ini Modusnya!

Baca: Kasus Mutilasi di Tempat Biliar Diduga karena Utang Pekerjaan, Ini Indikasinya

Rombongan Korem Wira Pratama datang ke kantor LAM Kepri yang berlokasi di tepi laut untuk menyampaikan hasil perkembangan penyelidikan hingga akhirnya pihaknya menetapkan dua tersangka pelaku penembakan.

"Saya kan sudah berjanji sebelumnya kepada bapak-bapak yang saat itu datang ke markas Korem. Saya sampaikan jika pelaku telah kita temukan, saya akan datang ke kantor LAM untuk memberitahukan. Nah sekarang saatnya saya sampaikan hasil perkembangan penyidikan. Kita sudah terapkan dua tersangka," kata ‎Brigjen Fachri memberikan keteranganya didepan para tokoh LAM Kepri Senin (10/4/2017).

Menurutnya, dua anggotanya hingga kini masih dalam pemeriksaan di Subdenpom Natuna. Sementara itu, Dandenpom 1/6 Batam Lekol Sucipto menuturkan kronologi kejadiaan saat itu. Dua tersangka penembakan itu bertugas untuk menjaga Alutsista di pangkalan Militer Natuna.

"Awalnya karena joged di acara organ tunggal yang digelar disana. Nah saat itu bersenggolan dengan warga setempat. Namun karena ada pengaaruh alkohol mereka saling bertikai," kata Letkol Sucipto memberikan penjelasan.

Warga dan RML merasa dihina oleh warga lantaran ada kata-kata kotor yang terlontar kepada gerombolan pemuda Natuna. ‎Saat itu mereka daapat dipisahkan oleh warga karena nyaris adu pukul dan sempat diamankan satu bilan sangkur.

"Saat itu RML laporan dengan seniornya. RML melaporkan bahwa bahwa dihina-hina oleh warga dan dikeroyok. Seniornya tidak terima. Di hari yang berbeda mereka datang dan sengaja memberikan teror dengan membawa senjata," katanya. (*)

Berita Terkait Baca Harian Tribun Batam Edisi Selasa (11/4/2017)

Penulis: Wahib Wafa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved