Tarif Listrik Batam Naik

Peraturan Gubernur Bukan Kitab Suci, Masyarakat Bisa Gugat Kenaikan Listrik ke PTUN

DPRD Kota Batam meminta Bright PLN Batam mengkaji ulang keputusannya menaikkan tarif listrik Batam sebesar 45 persen dalam rentang tiga bulan.

Peraturan Gubernur Bukan Kitab Suci, Masyarakat Bisa Gugat Kenaikan Listrik ke PTUN
TRIBUNBATAM/REHAN DENY
Para pengunjuk rasa membawa keranda dan panci penyok saat demo kenaikan tarif listrik, Jumat (17/3/2017) 

Laporan Tribun Batam Dewi Haryati

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- DPRD Kota Batam meminta Bright PLN Batam mengkaji ulang keputusannya menaikkan tarif listrik Batam sebesar 45 persen dalam rentang tiga bulan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Eki Kurniawan menilai, keputusan tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan.

"Inikan hanya Peraturan Gubernur. Bukan kitab suci," tegas Eki, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Bright PLN Batam di ruang Komisi III DPRD Kota Batam, Selasa (11/4/2017).

Baca: PLN Batam Tetap Ngotot Naikkan Listrik Bulan Maret dan Juni

Baca: Kenaikan Listrik Batam Menyisakan Misteri! Khususnya Kenaikan Tahap II Juni-Juli. Siapa Bermain?

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Nano Hadi Siswanto menyesalkan keputusan Gubernur menaikkan tarif listrik Batam.

Lantaran kenaikan itu tidak memperhatikan kondisi riil yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini. Perekonomian lesu.

Apalagi, kenaikan itu dilakukan bertahap hanya dalam rentang tiga bulan.

"Banyak perusahaan tutup. Pengangguran dimana-dimana. Banyak masyarakat yang jual rumah, jual motor, karena dia tak bekerja lagi," ujar dia.

Halaman
123
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved