Polisi Khawatir Dokumen Palsu Dipesan oleh Calon TKI

Palsu semua, makanya nggak ada kerugian negara. Saya sudah koordinasikan juga ini ke Disdukcapil, ke Pengadilan Agama, semua itu memang murni palsu.

Polisi Khawatir Dokumen Palsu Dipesan oleh Calon TKI
TRIBUNBATAM/ANNE MARIA
Kapolresta Barelang, AKBP Hengki saat ekspos penangkapan tersangka kasus pemalsuan dokumen, Selasa (11/4/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tersangka pemalsuan dokumen, Riki Himawan dan Rahayu Ningsih kerap melayani pembelian dokumen palsu dari orang terdekatnya saja.

Menurut Kapolsek Lubuk Baja, Kompol I Putu Bayu, keduanya pun membebankan tarif yang relatif murah untuk dibuatkan dokumen palsu tersebut.

"Yang dibuat tergantung pesanan, tapi dia kasih ke orang yang kira-kira dia kenal betul. Dia pun kasih tarif murah biar nggak terlalu banyak yang pesan. Kalau dihitung rata-rata per tiga hari paling satu buah dokumen yang dipalsukan," katanya.

I Putu Bayu pun menegaskan bahwa dokumen yang dikeluarkan oleh keduanya menggunakan bahan-bahan palsu.

Satu contohnya seperti blanko yang dipakai untuk mencetak KTP el palsu.

"Palsu semua, makanya nggak ada kerugian negara. Saya sudah koordinasikan juga ini ke Disdukcapil, ke Pengadilan Agama, semua itu memang murni palsu. Mereka buat sendiri secara otodidak. Mereka buatnya di tempat kos cowok ini," tuturnya.

Dari jenis dokumen yang dipalsukan tersebut, polisi kini sedang menelusiri calon-calon pemesan.

Polisi menduga, pemesanan dilakukan oleh calon TKI yang hendak bekerja di luar negeri.

"Kita khawatirkan pemesannya dari calon TKI, karena dasar buat paspor itu semua. KTP, KK, Akte Lahir," ucapnya.

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved