SERU! Anak-anak Jalanan Antusias Dengarkan Dongeng dari “Mak” Rilla

Meski dongeng itu berbahasa Melayu dan Inggris, tidak membuat anak-anak tersebut kesulitan untuk mengerti jalan cerita dongeng itu.

SERU! Anak-anak Jalanan Antusias Dengarkan Dongeng dari “Mak” Rilla
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Pendongeng asal Singapura, Rilla Melati menceritakan dongeng berjudul "Payung Datok Aidil" kepada sejumlah anak jalanan di Novotel Hotel, Batam, Selasa (11/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ratusan anak-anak jalanan terlihat antusias mendengarkan dongeng Payung Datok Aidil, yang dibawakan Rilla Melati, Selasa (11/4/2017) siang di Novotel Hotel Batam.

Mereka yang serius mendengarkan dongeng tersebut, sesekali bahkan mengacungkan tangannya ke atas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Rilla.

Memang, di sela-sela bercerita, Rilla asal Singapura ini beberapa kali melemparkan pertanyaan untuk membangun komunikasi dengan anak-anak tersebut.

Pertanyaan itupun masih seputaran isi dongeng.

Pendongeng sekaligus Founder Mini Monster asal Singapura itu terlihat membawakan cerita dengan dwibahasa.

Meski dongeng itu berbahasa Melayu dan Inggris, tidak membuat anak-anak tersebut kesulitan untuk mengerti jalan cerita dongeng itu.

"Reaksinya sungguh positif sekali, mereka bahkan panggil saya Mak. Pertama kali mereka itu sempat heran. Tapi mereka bisa ikut menjawab kuisnya. Sengaja kita buat kuis kecil supaya ada pemahaman dari cerita itu. Cerita itu sebenarnya pembelajaran tentang fungsi payung," tutur Rilla.

Kegiatan mendongeng tersebut merupakan rangkaian program Batik Girl for ASEAN yang dibuat oleh Yayasan Cinderella from Indonesia Centre (YCIC).

YCIC menggandeng Mini Monster untuk road show di sepuluh negara.

"Ini kelanjutan dari program Batik Girl for Indonesia. Hanya kali ini dengan skala lebih besar yaitu se-ASEAN. Kita ada kegiatan mendongeng, pembagian boneka kepada anak-anak panti asuhan, anak dengan penderita kanker, anak disabilitas dan anak jalanan di sepuluh negara. Tapi kita bagi dua tahap, tahun ini lima negara dulu," tutur founder YCIC Lusia Kiroyan.

Selain di Indonesia, program ini akan digelar di Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia dan Myanmar.

Tidak hanya mendongeng, anak-anak jalanan tersebut pun juga mewarnai bersama, dan mendapatkan sembako saat pulang.

"Startnya di Batam, baru ke Jakarta. Itu untuk Indonesia. Nanti kita lanjutkan ke empat negara lainnya,” kata Lusi.

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved