Korupsi Proyek KTP Elektronik

Hari Ini KPK Periksa 10 Saksi untuk Andi Narogong

Sebanyak 10 saksi Rabu (12/4/2017), hari ini diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tersangka korupsi e-KTP, Andi Narogong.

Hari Ini KPK Periksa 10 Saksi untuk Andi Narogong
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) Andi Agustinus alias Andi Narogong. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 10 saksi  Rabu (12/4/2017), hari ini diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tersangka korupsi e-KTP, Andi Agustinus (AA) alias Andi Narogong.

"10 saksi hari ini dijadwalkan diperiksa untuk tersangka AA. Mereka berasal dari beragam kalangan," terang Juru bicara KPK, Febri Diansyah.

10 saksi itu yakni Deddy Supriadi, mantan Direktur Keuangan, SDM dan Umum Perum PNRI, Isnu Edhi Wijaya, Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (2009-2013), Johannes Richard Tanjaya, Direktur asuransi AXA Finaance, mantan Direktur PT Java Traade Utama.

Saksi lainnya yaitu Junaidi Adinata, karyawan swasta, Katik utomo, karyawan swasta, Lisa Murniati Lesmana, ibu rumah tangga, Suhendra hadisuwarsa, wiraswasta, Toga Harahap, karyawan swaasta, serta Yimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, swasta.

"Saksi terakhir yakni Evi Andi Noor Halim, It Consultant PT Inotech Staff IT PT RFID Indonesia," tambah Febri.

Seperti diketahui, dalam kasus korupsi e-KTP KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Dua tersangka sudah disidang yakni Irman dan Sugiharto.

Sementara dua lainnya masuk penyidikan baru di KPK yakni Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Miryam S Haryani.

Dalam proyek ini negara mengalami kerugian sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun dari total nilai paket pengadaan sekira Rp5,9 triliun. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved