Kasus Mutilasi Anggota DPRD

Hakim Meminta Pengunjung Tenang, Heboh Keluarga Korban Saat Brigadir Medi Divonis Mati

Hakim meminta pengunjung tenang. Keluarga korban heboh, saling berpelukan usai hakim menghukum mati Brigadir Medi kasus mutilasi anggota DPRD

Hakim Meminta Pengunjung Tenang, Heboh Keluarga Korban Saat Brigadir Medi Divonis Mati
TRIBUN LAMPUNG/Okta Kusuma Jatha
Ilustrasi. Sidang kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung, M Pansor dengan terdakwa Brigadir Medi Andika, berlangsung di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (30/11/2016) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG-Majelis hakim menghukum Brigadir Medi Andika dengan pidana mati.

Majelis hakim menyatakan Medi terbukti melakukan tindak pembunuhan berencana terhadap anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor.

Baca: Edan! Kasus Mobil Goyang Oknum DPRD, Tersangka Ngaku Belum Klimaks Keburu Digerebek

Baca: Heboh, Beredar Video Bule Begituan di Bali, 59 Cewek Indonesia Jadi Mangsanya, Termasuk di Batam!

Baca: Otaki Komplotan Pembunuh Sadis, Kena Tembak Polisi Andi Lala Meringis Kesakitan: Sakit Bang!

Baca: Penasaran Ritual Seks Gunung Kemukus? Inilah Kata Kunci Untuk Ziarah Dan Cari Pasangan!

“Menjatuhkan hukuman pidana mati terhadap terdakwa,” ujar hakim ketua Minanoer Rachman saat persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (17/4/2017).

Putusan ini disambut tepuk tangan Umi Kalsum, istri Pansor, dan para kerabatnya.

Tidak hanya Umi, Medi juga terlihat tepuk tangan saat duduk di kursi pesakitan usai hakim membacakan putusan.

Putusan ini sama dengan tuntutan penuntut umum yang menuntut Medi dengan hukuman mati.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved