Setelah Menang Referendum. Ini Tugas Berat Erdogan untuk Turki Setelah Ini

Hasilnya referendum juga menunjukkan bahwa kemenangan kubu Erdogan juga tidak menunjukkan sikap mayoritas rakyat Turki

Setelah Menang Referendum. Ini Tugas Berat Erdogan untuk Turki Setelah Ini
STR / AFP TURKISH PRESIDENTIAL PRESS OFFICE / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan istrinya, Emine menyapa ratusan ribu pendukungnya yang memadati distrik Yenikapi, Istanbul, Minggu (7/8/2016), dalam aks unjuk rasa mendukung pemerintah. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ISTANBUL - Referendum yang digelar Turki pada Minggu (16/4/2017) itu, mau tak mau membelah negeri tersebut menjadi dua kubu.

Wilayah Anatolia, yang merupakan jantungnya Turki, memberikan dukungan terhadap niat Presiden Recep Tayyip Erdogan mengubah konstitusi.

Sementara, kawasan di pesisir Laut Aegea dan Laut Tengah serta kawasan mayoritas Kurdi di wilayah tenggara negeri itu semua menentang Erdogan.

Hasilnya referendum juga menunjukkan bahwa kemenangan kubu Erdogan juga tidak menunjukkan sikap mayoritas rakyat Turki.

Keterbelahan Turki langsung terlihat ketika kelompok oposisi di beberapa distrik kota Istanbul turun ke jalan menunjukkan kekecewaan mereka.

Semmentara di ibu kota Ankara dan kota terbesar ketika Turki, Izmir, kelompok pendukung "tidak" justru unggul di berbagai TPS.

Partai-partai oposisi juga langsung bersuara menentang hasil referendum yang mereka anggap diwarnai kecurangan.

Partai HDP yang pro-Kurdi dengan lantang menyebut adanya manipulasi suara sekitar 3-4 persen.

Baca: Recep Tayyip Erdogan Menang Referendum Turki, Oposisi Protes

Baca: Turki tak akan Bisa Masuk Uni Eropa selama Presiden Erdogan Masih Berkuasa

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved