Setelah Menang Referendum. Ini Tugas Berat Erdogan untuk Turki Setelah Ini

Hasilnya referendum juga menunjukkan bahwa kemenangan kubu Erdogan juga tidak menunjukkan sikap mayoritas rakyat Turki

Setelah Menang Referendum. Ini Tugas Berat Erdogan untuk Turki Setelah Ini
STR / AFP TURKISH PRESIDENTIAL PRESS OFFICE / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan istrinya, Emine menyapa ratusan ribu pendukungnya yang memadati distrik Yenikapi, Istanbul, Minggu (7/8/2016), dalam aks unjuk rasa mendukung pemerintah. 

Meski terus menghujani Uni Eropa dengan kecaman, hasrat Turki bergabung dengan pakta ekonomi itu belum surut.

Bahkan Erdogan menegaskan, upaya Turki untuk bergabung degan Uni Eropa akan dilanjutkan setelah referendum digelar.

Sejumlah analis menilai, retorika Erdogan terhadap Uni Eropa hanyalah cara dia untuk memastikan pendukungnya memilih "ya" dalam referendum.

"Hubungan Turki-Uni Eropa tak pernah berjalan mulus, tetapi kondisi terakhir memperburuk hubungan itu," kata Jean Marcou, guru besar di Universitas Sains Po di Grenoble, Perancis.

"Kita tak akan pernah yakin apakah hubungan Turki-Uni Eropa akan bertahan hingga beberapa bulan ke depan," kata Marcou.

Atribusi Nazi yang digunakan Erdogan sebagai bentuk kecaman terhadap Uni Eropa bahkan dianggap sebagai salah satu sinyal menjauhnya Ankara dari Brussels.

"Istilah itu (Nazi) terlalu berlebihan, karena membuka luka lama adalah hal yang paling buruk yang bisa Anda lakukan di Eropa," ujar Marc Pierini, mantan dubes Uni Eropa untuk Ankara.

"Turki sudah membakar jembatan itu, ketika mereka menyinggung masalah personal," kata Pierini yang kini menjadi analis lembaga riset Carnegie Europe di Brussels.

Seorang pendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengibarkan bendera evet atau ya dari dalam taksi di Istanbul untuk merayakan kemenangan dalam referendum.
Seorang pendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengibarkan bendera evet atau ya dari dalam taksi di Istanbul untuk merayakan kemenangan dalam referendum. (OZAN KOSE / AFP)

Turki dan Uni Eropa saling membutuhkan

Kenyataannya, meski hubungan tak selalu mesra, Uni Eropa dan Turki suka atau tidak saling bergantung satu sama lain.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved