Kisah Rahmah, Wanita Muslim China yang Berjilbab di Beijing

Lahir dari keluarga Muslim di Provinsi Qinhai, Rahmah mengaku sempat mengalami diskriminasi karena memakai jilbab

VIA BBC INDONESIA
Rahmah yang memiliki nama asli Ye Qingfang, mulai pakai jilbab pada usia 20 tahun di Beijing China. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Seorang perempuan Muslim di China, Rahmah, bercerita tentang pengalamannya yang diminta pergi ke konsultan kejiwaan, karena agamanya dan bersikukuh memakai jilbab.

Lahir dari keluarga Muslim di Provinsi Qinhai, Rahmah mengaku sempat mengalami diskriminasi karena memakai jilbab.

Namun kini dia terus berupaya agar perempuan Muslim di China berani mengangkat identitasnya.

Dalam percakapan dengan BBC, Rahmah mengatakan, "Saya akan tetap memakai jilbab dan tetap yakin pada agama saya. Saya perempuan China berjilbab."

Baca: LIHAT! Belalai Anak Gajah Ini Diterkam Buaya Saat Minum Air di Sungai. Bagaimana Nasibnya?

Baca: NGERI! Keluarga Ini Kaget, Pagi-pagi Ada Seekor Buaya di Teras Rumahnya

Rahmah yang memiliki nama asli Ye Qingfang. "Rahmah, artinya anugerah," ujar dia.

Saat ini terdapat sekitar 23 juta pemeluk Islam di China.

Meski di antara para pemeluk agama Islam mengenakan jilbab, namun kebiasan itu masih dipandang sebagai sesuatu yang tabu bagi sebagian warga China.

Baca: Poster Anti-Trump Baru Bergambar Wanita Berjilbab Bendera Amerika. Apa Maknanya?

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved