Tiga Warga Singapura Mengaku Tentara saat Razia di Batam, Ini Ternyata

Ketiga WN Singapura ini sudah dideportasi ke negaranya oleh Imigrasi Batam, Minggu (23/42017) malam, pukul 21:20 WIB melalui Pelabuhan Harbour Bay

Tiga Warga Singapura Mengaku Tentara saat Razia di Batam, Ini Ternyata
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Kepala Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam Teguh Priyatna ekspose hasil razia tim gabungan di Kantor Imigrasi, Selasa (25/4/2017). 

Dalam razia tersebut, 37 WNA terjaring. Terdiri atas 13 WN Singapura, 3 WN Malaysia, 5 WN Australia, 1 WN Philipina, 2 WN Amerika, 3 WN Rusia, 1 WN Prancis, 3 WN Inggris, 1 WN Finlandia, 4 WN Irlandia, dan 1 WN Lithuania.

Mereka langsung dibawa ke Kantor Detasemen POMAL. Kemudian setelah didata, diantar ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam.

Di Kantor Imigrasi, mereka memperlihatkan paspor yang diserahkan, antara lain, oleh para penjaminnya di Indonesia.

Ke-37 WNA tersebut melanggar pasal 116 Jo. 71 huruf (b) UU No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian.

Yaitu, tidak dapat memperlihatkan dan menyerahkan dokumen perjalanan atau ijin tinggal yang saat diminta oleh Pejabat Imigrasi yang menggelar razia.

Alhasil, 34 WNA dibebaskan karena dokumen perjalanan serta izin tinggalnya masih berlaku.

Sedangkan WN Singapura yang mengaku prajurit Singapura itu dideportasi.

Ketiganya adalah Kanessan Gunasegaran, Ashok Kumar S/O Ilangovan damn Sakthivel S/O Muthu.

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved