Jokowi: Kalau Tidak Berubah Kita Dijadikan Pasar

Sumber daya manusia di Indonesia, menurut Jokowi, harus mengikuti perkembangan zaman.

Jokowi: Kalau Tidak Berubah Kita Dijadikan Pasar
KOMPAS.com/Sabrina Asril
Presiden Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa dunia sudah berubah, dan semakin kompetitif.

"Kita masih berpikir mengurus pelabuhan, mengurus jalan tol. Mereka sudah ke mana-mana, berpikir masa depan yang fantastik," ujar Jokowi, dalam Musrenbang Nasional, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).

Jokowi mencontohkan, sektor electronic commerce. Perusahaan e-commerce asal Tiongkok Alibaba saja sudah meninggalkan pola lama.

Jack Ma, pemilik Alibaba, sudah merambah mekanisme pembayaran melalui 'Ali Pay'.

"Jadi masuk mal, enggak ditanya lagi mau bayar pakai kartu kredit atau mobile. Bayarnya pakai HP. HP-nya diminta, akun di perbankan kita langsung ditarik sesuai nilai belanja," ujar Jokowi.

"Inilah kecepatan perubahan yang harus kita ikuti. Ya kalau kita masih berkutat dengan rutinitas, kapan kita bisa berbicara mengenai Space-X, Tesla, Hyperloop, Ali Pay? Kapan kita mau ke sana?" lanjut dia.

Contoh lain, kata Jokowi, soal perkembangan dunia teknologi informasi.

Di tengah gencarnya Indonesia membangun fiber optik dari Sabang sampai Merauke, perhatian ahli-ahli teknologi dunia sudah beralih ke hal yang lebih baru.

"Kita baru urusan internet, eh sudah muncul mobile internet. Kita baru tahu sedikit-sedikit mobile internet, tiba-tiba sudah muncul artificial intelligent. Mesin cerdas yang bisa belajar sendiri," ujar Jokowi.

Sumber daya manusia di Indonesia, menurut Jokowi, harus mengikuti perkembangan zaman.

Jokowi menilai, sumber daya manusia di Indonesia, khususnya kaum muda, sudah beradaptasi dengan tekonologi secara baik.

Oleh sebab itu, seharusnya ada inovasi-inovasi agar Indonesia tidak hanya menjadi negara pasar.

"Kalau kita tidak berubah, hati-hati kita akan dijadikan pasar," ujar Jokowi. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved