54 Warga Batam Dapat Operasi Katarak Gratis dari Pollux Habibie

Pollux Habibie International dan Perdami akan memberikan operasi katarak gratis kepada 10 ribu masyarakat yang kesulitan mendapat akses kesehatan

54 Warga Batam Dapat Operasi Katarak Gratis dari Pollux Habibie
Tribun Batam/ Purwoko
Mantan Presiden Republik Indonesia, BJ Habibie meresmikan program CSR dari Pollux Habibie International, berupa operasi katarak bagi 10 ribu warga kurang mampu di Indonesia. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Pollux Habibie International melalui Pollux Habibie Vision, menggelar operasi katarak gratis di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Kamis (27/4/2017) pagi.

Operasi katarak gratis tersebut merupakan wujud dari program CSR "sepuluh ribu mata", sebuah program bantuan kesehatan yang bekerjasama dengan klinik mata dr Hasri Ainun Habibie dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).

Pollux Habibie International dan Perdami akan memberikan operasi katarak gratis total kepada 10 ribu masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan.

Komisaris Pollux Habibie Internasional, Ilham Habibie mengatakan, operasi gratis ini sudah dimulai dari Provinsi Banten, tepatnya di Rumah Sakit Selaras, Cisauk.

"Ada lebih dari 100 orang yang mendaftar di sana, dan hanya 50 orang saja yang memenuhi syarat dan mendapatkan operasi gratis," ujarnya.

Di Batam sendiri, operasi katarak gratis ini diberikan kepada 54 orang warga yang lolos tahap screening, dari total 127 orang Pendaftar.

Adapun orang-orang tersebut dijaring dari seluruh pelosok Kota Batam.

Pendaftar yang tidak lolos screening di tahap pertama, rencananya akan dimasukan ke dalam program lanjutan yang akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Operasi katarak tersebut dilakukan dengan teknik operasi katarak paling mutakhir, melalui metode operasi phacoemultifikasi dengan memanfaatkan getaran ultrasonic.

Operasi tersebut sangat cepat, tanpa harus menjalani rawat inap.

Metode itu juga tanpa memerlukan jahitan dan hanya memakan waktu operasi sekitar 20 sampai 30 menit.

Operasi katarak menjadi pilihan program CSR karena angka penderitanya yang tinggi di Indonesia.

Indonesia menempati peringkat kedua di dunia setelah Etiopia, dan menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara.

"Katarak menjadi penyebab kebutaan tertinggi di Indonesia. Berdasarkan riset kesehatan dasar 2013, setiap tahunnya ada 1.000 penderita katarak baru, atau 0,1 persen setiap tahunnya," ujar Ketua Pelaksana Program CSR, Saraswati Chazanah.

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved