Arogansi Maskapai Lagi: Penderita Kanker Diikat di Kursi, Kemudian Dipaksa Turun dari Pesawat

Kepada polisi Portugal, ia mengatakan, dirinya dikepung oleh enam awak kabin BA dan kemudian mengikat tangan dan kakinya di kursi.

Arogansi Maskapai Lagi: Penderita Kanker Diikat di Kursi, Kemudian Dipaksa Turun dari Pesawat
@Joy Stoney
Foto tangan dan kaki Bantu Kwame yang diikat di kursi British Airways, Rabu (26/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Kasus arogansi maskapai penerbangan yang semena-mena terhadap penump-ang kembali menjadi viral di dunia maya.

Setelah kasus United Airlines yang menyeret seorang dokter di Chicago, kini hal yang hampir sama terjadi pada maskapai penerbangan Inggris, British Airways, Rabu (27/4/2017) lalu.

Insiden tersebut terjadi pada penerbangan BA2263 dari Gatwick London ke ibukota Jamaika Kingston.

Masalahnya pun sederhana. Hanya gara-gara seorang penumpang kelahiran Jamaika, Bantu Kwame (65) pindah duduk ke kelas bisnis dalam penerbangan London ke Kingston, Jamaika..

Terjadi pertengkaran antara awak kabin dengan pria yang ternyata menderita kanker dan diabetes itu.

Setelah terjadi pertengkaran antara awak kabin dan pria itu, pesawat kemudian mendarat darurat di Portugal dan mengeluarkan pria itu dengan tangan diborgol dan ditutupi selimut.

Pesawat itu berangkat dari London pukul 11.35 waktu setempat dan kemudian mendarat darurat di Bandara Pulau Terceira, Portugal, sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Kwame mengatakan, dirinya diikat dan diperlakukan seperti budak.

Seorang pengusaha wanita asal Inggris, Joy Stoney, yang mencoba membela Kwame juga diturunkan di bandara yang sama tanpa kompensasi apapun.

Kwame mengatakan, ia ingin pindah ke kelas bisnis untuk meregangkan kakinya yang kram akibat penyakitnya.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved