Lis Jadi Saksi Pasangan Nikah Massal. Resepsinya di Hotel Lho

Nikah massal tersebut untuk memfasilitasi pasangan yang selama ini sudah menikah di bawah tangan, atau mereka yang mau menikah namun tidak punya biaya

Lis Jadi Saksi Pasangan Nikah Massal. Resepsinya di Hotel Lho
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menjadi saksi pasangan nikah dalam acara nikah massal di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang, Jumat (28/4/2017). 

Laporan Mhd Munirul Ikhwan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG -Sebanyak 14 pasang pengantin bersanding pelaminan di Ballroom Hotel Bintan Plaza, Jumat (28/4/2017).

Mereka merupakan peserta yang mengikuti acara nikah massal yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tanjungpinang.

Bahkan Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah langsung menjadi saksi pernikahan tiga pasangan yang dinikahkan pada acara tersebut.

Sedangkan yang lainnya sudah lebih dulu dinikahkan di KUA masing-masing dan pada mereka tetap hadir untuk menggelar resepsi.

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan program tersebut merupakan program tahunan Pemko Tanjungpinang sejak 2013.

Sampai saat ini sudah 64 pasang yang sudah mengikuti nikah massal yang dilaksanakan Pemko Tanjungpinang.

"Sebenarnya permintaan banyak. Tapi memang belum bisa kita proses karena tidak lulus verifikasi. Seperti mereka mengaku cerai mati tapi tidak bisa menunjukkan akte kematian. Makanya yang seperti itu belum bisa kita proses," katanya.

Menurut Lis, nikah massal tersebut untuk memfasilitasi pasangan yang selama ini sudah menikah di bawah tangan, atau mereka yang mau menikah namun tidak punya biaya.

Oleh karena itu, pemerintah memfasilitasinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Memang ini setahun sekali. Kalau pengen nikah lapor ke kita, kita bisa fasilitasi untuk menikahkan," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat Kota Tanjungpinang Ahmad Yani menjelaskan, tahun ini ada 25 pasangan yang mendaftar, tetapi hanya 14 pasang yang lolos verifikasi dan menjadi peserta nikah masal.

Pasangan nikah tersebut sebelumnya mendaftar di kelurahan masing-masing, selanjutnya .diverifikasi.

Barulah, setelah lolos, akan diikutikan dalam kegiatan nikah masal tersebut.

Mereka yang dinikahkan, ada yang sudah berusia 50 tahun dan ada juga pasangan muda.

Penulis:
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved