Bupati Ini Batal Kunjungi Mesir Setelah Ketemu Dua TKW Terlantar di Malaysia

Dua TKW itu sudah empat hari telantar dan paspor mereka ditahan pihak Imigrasi Malaysia.

Bupati Ini Batal Kunjungi Mesir Setelah Ketemu Dua TKW Terlantar di Malaysia
Istimewa
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat akan membawa pulang TKW ilegal asal Karawang dan Purwakarta yang ditahan Keimigrasian Malaysia di Bandara Kuala Lumpur, Sabtu (29/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KUALALUMPUR - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membatalkan perjalanannya menuju Kairo, Mesir, untuk menjadi pembicara tentang keberhasilan dalam memimpin pembangunan daerah di hadapan mahasiswa Indonesia di Kairo.

Dedi batal ke Mesir setelah ia bertemu dengan dua tenaga kerja wanita ilegal asal Karawang dan Purwakarta yang ditahan pihak Imigrasi Malaysia di Bandara Kuala Lumpur, Jumat (28/4/2017) kemarin.

Saat itu, Dedi tengah transit di Malaysia untuk ke Mesir.

"Tadinya saya mau ke Kairo untuk memenuhi undangan para mahasiswa Indonesia di Mesir. Saat transit di Malaysia, saya malah ketemu dua orang TKW Ilegal yang bilang kepada saya minta tolong mau pulang," kata Dedi kepada Kompas.com, Sabtu (29/4/2017).

Menurut Dedi, dua TKW itu sudah empat hari telantar dan paspor mereka ditahan pihak Imigrasi Malaysia. "Mereka pergi ke Arab, tetapi tak punya visa dan mereka kebingungan saat itu," tambah Dedi.

Awalnya, secara tidak sengaja Dedi bertemu dengan dua TKWyang telantar tersebut di bandara saat transit pesawat di Kuala Lumpur menuju Kairo, Mesir.

Kedua WNI itu adalah Rati (42) asal Karawang dan Syariah (26) asal Plered Purwakarta. Keduanya mengaku kepada Dedi bahwa mereka dibawa oleh seseorang asal Bekasi untuk dijanjikan bekerja di Arab Saudi.

"Untuk mengambil paspor harus bayar 10.000 Ringgit. Mereka lihat saya dan langsung minta tolong pakai bahas Sunda. Waktu di Bandara Malaysia, saya lagi antre diperiksa imigrasi Malaysia," ujarnya.

Dedi pun sempat kecewa dengan warganya yang memaksa untuk pergi bekerja ke Timur Tengah itu. 

Padahal menurut dia, selama ini, pemerintah daerah Purwakarta melarang warganya pergi ke luar negeri untuk menjadi TKW.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved