Warga Usia di Atas 40 Tahun Sulit Terima Sistem eTilang. Ini Sebabnya

Sejauh ini belum ditemui kendala berarti di lapangan. Adapun pelanggar yang sudah ditindak menggunakan e-tilang berkisar 200 orang lebih.

Warga Usia di Atas 40 Tahun Sulit Terima Sistem eTilang. Ini Sebabnya
tribunbatam/leohalawa
Polisi dan Dishub membuat surat tilang bagi para pelanggar yang terjaring dalam Operasi Seligi 2016 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Penerapan tilang elektronik atau e-tilang oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang umumnya dapat diterima oleh seluruh masyarakat.

Meskipun mebitu, ada sebagian kecil warga yang merasa kesulitan dengan sistem tersebut.

Utamanya warga yang berusia 40 tahun ke atas.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Wakil Kepala Satuan Lalulintas Polresta Barelang, AKP Toni Rido.

Warga di usia tersebut beralasan kesulitan atau malas untuk melakukan pembayaran di ATM maupun teller yang ada.

"Saat ditindak, ada masyarakat atau pelanggar yang memiliki tilang kertas. Alasan mereka tidak sempat ke bank atau ke ATM untuk membayar. Ini terjadi pada masyarakat yang sudah tua," ujarnya.

Namun, untuk yang berusia muda, umumnya mereka lebih memilih sistem e-tilang, karena bisa dilakukan saat itu juga dan tidak perlu menunggu lama.

Toni mengatakan, penerapan e-tilang dilakukan saat ini sekaligus sosialisasi terhadap masyarakat, sehingga penerapan tilang secara manual hingga saat ini masih dilakukan.

"Kita tidak bisa langsung menerapkan secara menyeluruh. Karena itu sitem tilang kertas masih diberlakukan," katanya.

Penerapan sistem tilang elektronik atau e-tilang oleh Polresta Barelang sudah berjalan sejak Selasa (18/4/2017) lalu.

Sejauh ini belum ditemui kendala berarti di lapangan. Adapun pelanggar yang sudah ditindak menggunakan e-tilang berkisar 200 orang lebih.

"Sejauh ini belum ada kendala. Justru masyarakat sebenarnya merasa lebih mudah, karena bisa mengambil bukti yang disita secepatnya," kata dia.

"Kita mengedepankan e-tilang, karena menghindari interaksi petugas dengan masyarakat atau pelanggar. Ini untuk mengurangi indikasi terjadinya pungutan liar (pungli)," kata Toni.

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved