Aung San Suu Kyi Menolak Investigasi PBB di Myanmar. Alasannya?

"Kami sudah menarik diri dari resolusi karena kami pikir resolusi itu bisa sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan," kata dia

Aung San Suu Kyi Menolak Investigasi PBB di Myanmar. Alasannya?
EMMANUEL DUNAND / AFP
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini dalam jumpa pers di Brussels, Belgia, Senin (1/5/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS - Aung San Suu Kyi, Selasa (2/5/2017), menolak keputusan dewan HAM PBB untuk melakukan investigasi terkait dugaan kekerasan militer Myanmar terhadap minoritas Rohingya.

Pada Maret lalu, badan PBB ini sepakat untuk mengirimkan misi pencari fakta ke Myanmar terkait adanya tuduhan pembunuhan, pemerkosaan, dan penyiksaan yang dilakukan tentara di negara bagian Rakhine.

"Kami tak setuju dengan itu (misi pencari fakta)," ujar Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar, dalam jumpa pers dengan kepala kebijakan Uni Eropa Federica Mogherini di Brussels.

"Kami sudah menarik diri dari resolusi karena kami pikir resolusi itu bisa sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan," kata dia.

Baca: Ratusan Tamu di Pesta Pernikahan Itu Ternyata Tamu Sewaan. Wanita Ini Laporkan Suaminya ke Polisi

Baca: WALAH! Warga Uruguay Antre Mendaftar untuk Beli Ganja yang Disediakan Pemerintah

Baca: Usai Video Hina Supir Taksi Tersebar, Pengusaha Ini Minta Maaf dengan Bagikan Nasi Ayam Gratis

Peraih Nobel perdamaian itu mengatakan, Myanmar harus menerima dengan gembira rekomendasi yang dibuat sesuai dengan kebutuhan kawasan.

"Namun, berbagai rekomendasi yang semakin memecah belah dua komunitas di Myanmar tak bisa kami terima. Sebab, rekomendasi itu tak membantu penyelesaian masalah yang selalu muncul," tambah dia.

Bintang Suu Kyi sebagai pejuang hak-hak orang tertindas mulai pudar setelah dia tak bersuara terkait perlakuan terhadap warga minoritas Rohingya.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved